Kegiatan Awardee LPDP NTB

Diskusi dan belajar bersama Awardee LPDP NTB: Menjadikan Desa sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi

Nusa Tenggara Barat

Adat Provinsi Nusa Tenggara Barat

Kopdar Awardee LPDP NTB di Mataram

Kopdar Awardee LPDP NTB di Mataram

Proses Pendaftaran

Seluruh proses pendaftaran dan seleksi program beasiswa LPDP tidak dipungut biaya

Program Beasiswa LPDP

Wujudkan cita-cita anak bangsa dengan program beasiswa LPDP

Kamis, 21 Desember 2017

Tips dan Trik Sukses S3 di Luar Negeri

Mengenal British PhD dan bagaimana melewati tahun pertama PhD di London
Doctor of Philosophy (PhD) merupakan salah satu bentuk program doktoral yang diperuntukkan bagi orang-orang (biasanya ilmuan/akademisi) yang ingin mengembangkan karir dan skill untuk melakukan penelitian original secara mandiri. Selain PhD, terdapat juga beberapa varian lain dari program doktoral yang disebut program professional doctorates, misalnya Doctor of Public Health (DrPH), Doctor of Education (EdD), Doctor of Engineering (EngD) dan lain-lain. Khusus untuk PhD, terdapat beberapa beberapa perbedaan yang signifikan dalam sistem PhD di United Kingdom (UK) dibandingkan PhD di Amerika, Australia, dan negara Eropa lainnya. Oleh Karena itu, sebelum memutuskan untuk mendaftar program PhD (khususnya di UK), penting bagi Anda untuk mengetahui perbedaan-perbedaan tersebut agar Anda tidak salah dalam menentukan pilihan.
Dalam tulisan kali ini, saya akan memberikan gambaran singkat tentang beberapa perbedaan utama program PhD di UK dibandingkan dengan di negara lainnya. Selain itu, akan saya bagikan pula sedikit cerita dan tips bagaimana saya menjalani tahun pertama saya sebagai mahasiswa PhD di UK.

Perbedaan PhD di UK dibandingkan PhD di Amerika, Australia dan negara Eropa lainnya
  1. Tidak ada kuliah/kelas dalam program PhD di UK: Berbeda dengan PhD di Amerika Serikat, Australia dan negara Eropa lainnya, tidak ada persyaratan untuk mengambil mata kuliah tertentu dalam program PhD di UK. Walaupun demikian, mahasiswa PhD diijinkan untuk mengambil beberapa mata kuliah (tanpa kredit poin) yang dirasa perlu untuk mengembangkan skill dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek PhD-nya. Sistem ini sangat cocok bagi saya yang memang tidak begitu suka dengan perkuliahan di dalam kelas. Saya lebih menikmati untuk berinteraksi dengan masyarakat, melakukan penelitian lapangan, utak-atik data dengan Stata (software statistik favorit saya) dan sesekali melakukan analisa sampel di laboratorium. Bagi sebagian orang yang lebih menyukai kuliah dalam kelas, PhD di Amerika atau Australia mungkin menjadi pilihan yang lebih pas untuk anda – mayoritas PhD di sana merupakan kombinasi coursework dan research.
  1. Mekanisme MPhil/PhD: Berbeda dengan program PhD di Amerika, Australia atau di negara Eropa lainnya, mayoritas PhD di UK mensyaratkan mahasiswa PhD untuk terdaftar dalam program MPhil (Master of Philosophy) terlebih dahulu sebelum mereka resmi terdaftar sebagai mahasiswa PhD. Setiap universitas di UK memiliki ketentuan berbeda terkait berapa lama waktu minimum yang dibutuhkan oleh mahasiswa untuk bisa melakukan proses “Upgrading” – sebuah proses di mana mahasiwa akan diminta untuk mengumpulkan laporan ilmiah yang berisi hasil penelitian atau review dan rencana untuk penelitian selanjutnya. Pada umumnya, mayoritas universitas menetapkan proses upgrading dilakukan pada tahun pertama program. Mahasiswa akan resmi terdaftar sebagai PhD student jika berhasil menulis laporan dan rencana penelitian (sekitar 10.000 kata), mempresentasikan dalam seminar terbuka dan mempertahankan tulisan dan presentasinya dalam ujian tertutup yang dihadiri oleh supervisor, 2 orang penguji dan satu orang ketua penguji. Proses ini biasanya berlangsung sekitar 3 sampai 4 jam. Jika seseorang mahasiswa dinyatakan tidak layak melanjutkan program PhD, tim penguji akan mempertimbangkan kelayakan mahasiswa tersebut untuk mendapatkan gelar MPhil.
  1. Tesis dan Viva: Oleh Karena PhD di UK adalah 100% by research tanpa ada persyaratan untuk menyelesaikan mata kuliah tertentu maka satu-satunya poin penentu kelulusan adalah tesis PhD yang ditulis maksimal 100.000 kata. Tesis normalnya dikumpulkan di tahun ke-3 atau ke-4 dari program PhD untuk kemudian dipresentasikan dan diuji oleh minimal 2 orang penguji (1 penguji internal dan 1 eksternal). Di UK, presentasi dan ujian ini disebut dengan istilah “Viva”. Hasil akhir penilaian kelulusan PhD di UK hanya ada dua, yaitu lulus atau gagal. Meskipun penilaian hanya didasarkan pada presentasi dan ujian tesis secara oral, kandidat PhD tidak dinilai berdasarkan “ekspresi” Bahasa Inggrisnya, namun berdasarkan kemampuan kandidat dalam mempresentasikannya dengan bahasa yang dimengerti dan kepemahamannya terhadap tesis yang ia tulis. Sistem ini agak mirip dengan sistem di Eropa dan Amerika, di mana PhD student juga disyaratkan untuk mengumpulkan tesis dan melakukan ujian tesis secara oral sebagai bagian dari syarat kelulusan. Berbeda dengan di Australia, sebagai salah satu syarat kelulusan, PhD student diharuskan mengumpulkan tesis untuk kemudian dinilai oleh penguji eksternal, tanpa ada ujian secara oral.
Sedikit cerita dan tips melewati tahun pertama PhD di UK.
Saat ini saya sedang memasuki tahun ke-2 program PhD di salah satu universitas di London, UK. Alhamdulillah saat ini saya sudah berhasil melewati tahapan upgrading dengan hasil yang sangat memuaskan bagi diri saya pribadi. Berikut saya bagikan sedikit cerita dan tips berdasarkan pengalaman pribadi dalam menempuh tahun pertama saya sebagai mahasiswa di UK.
  1. Identifikasi dan atasi kelemahanmu: Sebagai non-native English, tentunya saya pribadi sadar bahwa salah satu kelamahan saya adalah keterbatasan berbahasa Inggris, terutama dalam hal menulis ilmiah. Untuk itu, saya berusaha lebih keras untuk meningkatkan kemampuan menulis saya dengan membaca artikel dan buku yang diterbitkan oleh supervisor dan anggota research group saya. Membaca tesis dan laporan dari mahasiswa-mahasiswa PhD bimbingan supervisor saya juga sangat membantu untuk memahami gaya bahasa yang “klop” dan disukai oleh supervisor saya. Trik lain yang membantu saya meningkatkan kemampuan saya adalah dengan berinisiatif memulai literature review dan menulis rencana penelitian seawal mungkin. Dua bulan memulai studi, saya sudah menyelesaikan literature review dan mengirimkannya ke supervisor (walaupun pada akhirnya tidak dibaca sama sekali oleh supervisor saya karena dianggap masih terlalu awal untuk mulai menulis :D). Secara jujur saya sampaikan ke supervisor bahwa saya bukan native English dan tidak punya banyak pengalaman dalam menulis karya ilmiah dalam Bahasa Inggris. Saya mungkin akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menulis, dibandingkan mahasiswa yang lain. Jadi, saya meminta pengertian beliau agar saya bisa memulai menulis lebih awal dan juga memulai semua proses training (termasuk lab training yang sebelumnya juga belum pernah saya lakukan) lebih awal agar saya punya cukup waktu untuk menghasilkan karya yang maksimal. Alhamdulillah usaha yang saya lakukan berbuah manis, akhirnya saya berhasil lulus upgrading tanpa ada revisi plus mendapatkan bonus sanjungan dari penguji, supervisor dan rekan sesama mahasiswa.

  1. Adaptasi telinga dengan British English: Jika Anda suka mendengar lagu Adele atau Coldplay, mungkin aksen British English sudah cukup familiar bagi telinga Anda. Namun jika mayoritas film yang Anda tonton adalah film Hollywood dan lagu-lagu yang Anda dengarkan adalah lagu-lagu dari Amerika, maka bersiap-siaplah untuk beradaptasi dengan aksen tokoh2 dalam film Harry Potter atau Sherlock Holmes. Sebagai masyarakat Indonesia yang lebih banyak terpapar dengan American English, saya pribadi masih sering salah tangkap apabila mengobrol dengan rekan-rekan grup saya yang mayoritas merupakan British. Alhamdulillah, dua orang supervisors saya adalah Londoners yang aksennya sangat enak didengar dan mudah mengerti. Lain halnya dengan seorang scientific officer (namanya Tom) yang memberikan saya lab training, bicaranya sangat cepat sehingga seringkali saya hanya berpura-pura mengerti dan merespons obrolannya dengan senyuman (malu juga kalu sering-sering bilang “could you please say it again Tom?” hahaaa..). So, bagi Anda yang berniat untuk melanjutkan studi di UK, mulai sekarang, perbanyaklah menonton film-film dan mendengarkan lagu yang “berbau” British. Salah satu strategi lain yang saya lakukan sebelum pertama kali saya melakukan wawancara dengan supervisor dan koordinator di departemen saya adalah dengan mencari rekaman video presentasi kuliah atau konferensi mereka. Dengan menonton dan mendengarkan presentasi mereka, alhamdulillah saya bisa memahami karakter vokal dan aksen mereka sehingga saya tidak kagok ketika harus melakukan wawancara dengan mereka. Sedikit banyak, strategi ini telah membantu saya untuk lulus wawancara ketika mendaftar PhD tahun lalu.


  1. Kosongkan gelasmu, namun jangan diisi dengan racun: Murnikan niat untuk menuntut ilmu, mulai belajar dari nol dan jauhkan diri dari budaya barat yang bisa merancukan studimu. Pertama, jangan fanatik dengan pengetahuan yang telah kita dapatkan dari pendidikan sebelumnya dan tetap terbuka untuk menerima kebenaran-kebenaran baru yang mungkin bertentangan dengan konsep ilmu yang sebelumnya kita yakini. Saya pribadi menemukan beberapa konsep dalam Epidemiologi dan Biostatistik yang ternyata selama ini telah banyak dipahami dengan keliru oleh mayoritas orang yang mempelajarinya di Indonesia. Tentunya saya menjadi yakin menerima kebenaran tersebut setelah mengklarifikasi langsung kepada para pakar yang selama ini menulis “kitab-kitab” yang menjadi rujukan dunia dalam bidang tersebut. Kedua, jangan terlalu polos dan terlarut dengan budaya barat yang ditawarkan di UK. Berdasarkan pengalaman tahun pertama studi saya di London, walaupun saya pribadi tidak terlalu bergaul dengan rekan sesama mahasiwa, post-doctoral staff maupun para dosen senior yang tergabung dalam grup saya, tetap saja saya tidak secara otomatis terlepas dari pengaruh budaya mereka. Biasanya, setiap hari Jumat sore, ada saja diantara rekan-rekan saya yang mengundang anggota grup untuk menikmati bir di pub-pub yang mudah ditemukan di sudut-sudut jalan di kota London. Belum lagi jika ada yang ulang tahun, setiap yang ulang tahun pasti akan mengundang untuk nongkrong makan dan minum di pub. Bisa Anda bayangkan, di dalam grup saya ada sekitar 20-an orang – artinya minimal akan ada 20 undangan acara minum-minuman keras di dalam setahun. Ditambah lagi jika ada anggota grup yang baru kembali dari penelitian di luar UK, mereka biasanya akan kembali ke kantor dengan membawa rum, wine atau minuman keras lainnya dan undangan minum pun akan disebar menjelang sore harinya. Untungnya, orang-orang di sini sangat toleran dengan privasi orang lain. Alhamdulillah, mereka sangat paham jika saya tidak bisa bergabung dengan acara minum-minum mereka. Bahkan, supervisor saya pun tidak masalah untuk mengundur waktu meeting jika waktunya bertepatan dengan jadwal shalat, terutama shalat Jumat. Tips dari saya adalah berkata dan berperilaku jujur dan terbuka, Insya Allah mereka akan menghargai privasi kita.
  1. Hilangkan rasa sungkan dan jangan takut mengingatkan suprevisor: Poin terakhir termasuk poin yang saya pribadi masih sulit untuk melakukannya. Memiliki supervisor ternama dengan segudang project merupakan berkah sekaligus tantangan tersendiri bagi saya. Berkah karena beliau adalah leading professor yang sangat disegani dalam bidang keilmuannya sehingga sangat sulit untuk bisa menjadi mahasiswa bimbingan beliau. Tantangan karena beliau adalah salah satu professor dengan anggota research group terbesar di universitas kami sehingga beliau hanya punya waktu kurang lebih 4 bulan (dalam setahun) berada di kampus dikarenakan banyaknya project yang beliau pimpin. Dampaknya, saya harus benar-benar mandiri dan hanya bisa bertatap muka 1 sampai 2 kali dalam sebulan. Saya seringkali hanya mengandalkan email dan Skype untuk berkonsultasi dengan beliau. Di tengah kesibukan beliau, beberapa kali saya tidak mendapatkan respons cepat ketika dibutuhkan. Pada situasi seperti inilah rasa sungkan kita sebagai orang Indonesia yang tidak terbiasa untuk memberikan deadline kepada atasan untuk memberikan feedback dan mengingatkan beliau apabila beliau lupa atau belum sempat membalas email atau Skype kita. Terkait hal ini, saya pribadi masih terus belajar untuk membiasakan diri dengan budaya kerja teratur dan tegas yang memang menjadi hal yang sangat biasa di lingkungan kerja orang barat.



Sekian dulu yang dapat saya ceritakan dan bagikan untuk kesempatan kali ini. Mohon doakan agar studi saya berjalan dengan lancar agar saya bisa terus berbagi pengalaman dan tips dalam menjalani the British PhD di London School of Hygiene & Tropical Medicine – University of London.
Berikut saya lampirkan link bagi yang ingin mencari informasi mengenai pilihan studi di LSHTM dan beberapa universitas lain yang termasuk dalam University of London (UCL, King’s College London, LSE, SOAS, Queen Mary, dll).
Salam sukses untuk teman-teman semua!

Henry Surendra
PhD student, London School of Hygiene & Tropical Medicine – University of London
Awardee LPDP NTB
More info :
Rujukan program PhD di UK dan LSHTM:

Rabu, 20 Desember 2017

The Journey of Becoming a Student (Awardee LPDP NTB)

As my initial writing on hello veranda, I would like to say thank you a million to those who encourage me to write. I personally have this site about a year ago, but I did not post anything. Hehe… In this first view of my little veranda, I am going to share the journey of becoming a student officially in some simple words. Here we go!
Here I currently study for two years 

-Apply for scholarship-
In my experience, one thing I did in my very beginning step looking for the scholarship (whatever it is) as long as fully covered. It’s just because I didn’t have much money to pursue my studies abroad and I didn’t want to waste time to think very hard how to collect money for continuing my studies. It will be very tiring. Sure! That’s why I planned right how to get the scholarship. For you guys who are recently having self-commitment regarding to this, it is not bad to take little more time to wait. Pursuing studies is not about how old are you now, isn’t it? Don’t worry.
Okay, back to the topic, I firstly applied some scholarships which are in full funded by Indonesian governments as well as others. One thing I always remark; whatever the scholarship, apply – passed – take it!!! If not, find another one. In my case, I thank God, I was accepted as an awardee of Indonesia Endowment Fund for Education (LPDP Scholarship). This scholarship is fully covered by Ministry of Finance, Indonesia from the very first step – language training to airways ticket for coming back to Indonesia after completing study (InsyaAlloh, this will be written in detail on About Scholarship).
-Surf the Internet-
First of all, I looked for some universities in Japan with excellent reputation in education system and research. I read official website of each in advance then classify them based on the appropriate division as well as laboratory. Mostly universities in Japan provide some laboratories depend on each division. Important to note, it would be better to find the division or laboratory in each university based on our background and interest of study.
-Find A Supervisor-
After getting some reliable information through the internet, I sent an email to each professor in each laboratory in some different universities. FYI, we cannot apply through education agents for studying in Japan, we are required to be independent. We also must know well who we are connected with, understand right what the laboratory and university need. When I sent an email to some professors, first and foremost I requested the possibility for being a graduate student in the laboratory or university and introduced myself — introduction does not mean mentioning complete name, previous university, and major only; yet more than that, it will be more interesting to briefly mention what you have been done, what you are doing recently, and what is your future plan.
When receiving responses from professor and if he/she is interested in what we already mentioned, we can decide the most possible one and keep on communicating.
-Keep on Connecting; Be Active Applicant-
I personally kept in touch with my supervisor – checking email every single day. In case of mine, long communication through email helped me knowing what should I do then? My supervisor informed a lot of essential things. I could not mention one by one in this writing. Please do not mind me.
Subsequently, my supervisor kindly asked to send documents such as copy of bachelor certificate (signed), copy of transcript (signed), copy of official language certificates (TOEIC/TOELF ITP/IELTS/TOEFL IBT), journal publication (if any), letter of sponsorship, letter of recommendation, curriculum vitae, motivation letter, executive summary of bachelor thesis, research plan as well.
  • In my experience, administration officer requested copy of transcript which must be separated into a page for a year which means four pages in total for four years. So then, I needed to ask permission to my previous university and how to do it. Alhamdulillah, it was not that difficult. I was grateful that my previous collage made everything I needed easily.
  • Letter of sponsorship. Your supervisor somehow wanted to make sure your scholarship is enough to cover your life in Japan. This letter is also essential to be attached.
  • Letter of recommendation is needed from your lecturers in previous university or/and experts related to your background of study or workplace.
  • You need to write the motivation letter as great as you can, it would be better to write it in single page which covers all about you; personal background, what you have been done, what is your activity now, future plan.
  • Regarding to the summary of bachelor thesis, two or three pages are enough and systematically compile your thesis.
  • Research plan. I was little bit thinking deeply about this one and paying much more attention how to write it in well-planned. A week to accomplish this, and I did not forget to discuss it with my senior studying at university and asking friends or lecturers to review.
-Send Hard Copies of the Documents-
Not only soft documents needed but also, it is necessary to send hard copies of them and make sure it will be received by supervisor in the university before due date. As an information, everything you sent will be accepted by your supervisor at first, if everything is alright he/she will let you know that he/she will confirm them to the student affairs. We just need to wait what is the next step.
-Entrance Exam-
Welcome to the most challenging session!
This session will be held on the days that we dealt with the supervisor. Based on my experience, the entrance exam held in three days with three different lecturers; two of them are professor and one is an associate professor. Each of them concerns in different specialized subject. In addition, there are some ways in this part like, face to face (interview) via skype, email examination (interview), or even directly attend the examination at the university. All depends on the interviewers and laboratory (faculty) requirements.
Announcement-
A month after entrance exam, the university will officially announce the final results. What did I do while waiting? DOA (in English: Pray). As a human being who has no strength without my God helps, I have to ask God to hear my Doa and make them true. In the early of December 2016, I officially accepted as a graduate student at Hokkaido University, Japan. Alhamdulillaahirobbil aalamiin…
I could not express what I felt through the words. I am thankful how God makes the scenario of mine so much surprised. I also want to say uncountable thanks to my family, huge thanks to LPDP Scholarship in helping my dream comes real, millions of thanks to the supervisor, interviewers, student affairs at Hokkaido University. Thanks so much to the dean, lecturers, administration staff at Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Mataram, much thanks to all the teachers, last but not least to those who keep on strengthening me through all the ups and downs. May God bless you all today and the days to come.

Penulis:
Vera Ersalena
Awardee LPDP NTB di Hokkaido Jepang

Sumber: https://helloveranda.wordpress.com

Jumat, 08 Desember 2017

Soni Ariawan Ketua Terpilih Mata Garuda NTB 2017/2018

Atas nama Awardee dan Alumni LPDP NTB mengucapkan
selamat atas terpilihnya saudara Soni Ariawan,
 sebagai ketua Mata Garuda NTB periode 2017/2018.



Semoga amanah dalam menjalankan tugas.
 INDONESIA KAMI PASTI MENGABDI.

*salam Tim KPU MG NTB*

Minggu, 26 November 2017

BEKERJA BERSAMA, Zainul Yasni (Calon Ketua Mata Garuda NTB Nomor Urut 2)

BEKERJA BERSAMA, Zainul Yasni (Calon Ketua Mata Garuda NTB Nomor Urut 2)

Diskusi program kerja dan visi misi calon ketua MG NTB memasuki malam kedua dipandu oleh modertaor Muhammad jamiluddin Nur. Diskusi malam 26 November 2017 pukul 19.30 WIB diisi oleh saudara Zainul Yasni, calon ketua MG NTB nomer Urut 2. Berikut kami rangkum jalannya diskusi.

Diskusi Program Kerja dan Visi Misi
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuhSelamat malam. Semoga semua sehat selalu dan dalam keadaan baik-baik saja. Saya Zainul Yasni, alumni Queen’s University Belfast  UK, dengan ngambil konsentrasi Educational Leadership. Saat ini saya maju sebagai salah satu calon Ketua Mata Garuda NTB nomor urut 2. Alhamdulillah, bersyukur bisa terlibat dalam rangka mengikhtiarkan MG NTB menuju organisasi yang lebih baik agar kontribusinya semakin luas.
Saya punya impian dan harapan untuk bersama-sama membawa MG NTB ini untuk terus meningkatkan peran dan kontribusinya dalam pembangunan. Jika nanti setelah saya menyampaikan visi misi saya, dan temen-teman punya VISI dan harapan yang sama dengan saya, mari beri dukungan itu dan kita sama-sama wujudkan impian itu dengan aksi nyata.
Dan setidaknya ada 6 poin utama yang kami tarik kesimpulannya secara umum dari sekian masukan-masukan yang ada;
1. Pertama, MG NTB organisasi yang masih baru, perlu fondasi organisasi yang kuat dengan tata kelola yang rapi. Disadari karena ini masih dalam tahap awal, maka penguatan internal organisasi itu sangat penting. Pondasinya harus kuat. Mulai dari tata kelola administrasi hingga tata kelola sumber dayanya.
2. Kedua, masih dirasakannya kesenjangan antar identitas (the hidden gap). Di MG NTB ini, kita terkumpul dengan identitas yang berbeda2. Identitas yang saya maksud adalah identitas yang melekat pada masing-masing diri kita. Identitas secara kesukuan, ada Sasak Samawa, Mbojo; identitas strata pendidikan, ada S2 dan S3 bahkan ada yang sudah alumni; identitas background kelimuan, ada rumpun ilmu Pendidikan, Sosial, Sains, Kesehatan; juga background kampus asal, dll. Semua ini masih belum maksimal dikolaborasikan dan tersinergi dengan baik karena bedanya karakter dari masing-masing identitas tersebut.
3. Potensi para awardee yang belum maksimal terakomodir: Bayangkan sekitar 400an awardee asal NTB berdasarkan data dari LPDP. Potensi ini belum terpetakan dan terakomodir dengan baik. Juga belum terberdayakan dengan maksimal. Sehingga, potensi yang sebenarnya besar itu jadi belum kelihatan impact-nya. Masih jalan sendiri-sendiri, tidak terakomodir.
4. Pergerakan MG NTB yang belum massif dan merata di setiap kabupaten/ kota: NTB ini bukan hanya kabupaten-kabupaten di pulau Lombok saja, tapi ada juga kabupaten-kabupaten di pulau Sumbawa. Peran dan pergerakan MG NTB harus masif dan merata jika kita berbicara tentang pembangunan.
5. Pengabdian masyarakat yang belum berkelanjutan: Pengabdian kepada masyarakat kita masih seringkali dadakan, misal penggalangan donasi utk korban bencana atau donasi-donasi untuk bantuan lainnya, dll. Kegiatan sosial yang sustainable (berkelanjutan) itu yang belum kita miliki. Pernah LPDP NTB punya desa binaan pada masanya pak Syahrul dan pak Ilham, tapi itu mandeg karena memang teman-teman awardee masih banyak yang belum selesai studi dan balik ke NTB untuk mengawal kegiatan-kegiatan yang ber-impact sosial di daerah.
6. Belum banyak yang mengetahui eksistensi Mata Garuda NTB: Diakui bahwa keberadaan MG NTB ini belum banyak yang tau karena memang kita masih baru. MG NTB itu adalah perpanjangan tangan LPDP ke daerah. Oleh sebab itu, syiar LPDP ke daerah NTB itu sangat bergantung pada MG NTB. Tidak bisa dipungkiri bahwa kita perlu membumikan LPDP ini ke seantero NTB dengan memunculkan peran para awardeenya menggunakan berbagai cara dan jalan.

Dari analisis masalah tersebut, saya bersama teman-teman merumuskan sebuah Visi, “Mengembangkan MG NTB menuju organisasi yang produktif dan kontributif melalui sinergi lintas identitas”.
Visi ini kami angkat karena kami ingin mengembangkan MG NTB ini dan dikenal oleh banyak orang melalui karya-karya dan bakti para awardee-nya yang tersinergi dengan inklusivitas yang tinggi tanpa mengedepankan ego identitasnya. Nilai yang kami bawa adalah “Kebersamaan, Kontributif, dan Bermakna”. Ketiga nilai ini dapat dianalogikakan seperti “PANCAINDRA”, yang dimana untuk bisa memaknai kehidupan secara utuh, pancaindra tersebut harus bekerja dan berkontribusi secara bersama-sama walaupun dengan cara dan jalan yang berbeda. Jika ada indra yang kurang, indra yang lainnya bisa mem-back up.
Juga, dalam filosofi yang lain bahwa dengan “Kebersamaan”, insyaAllah, apapun itu akan jauh terasa lebih ringan untuk terselesaikan. Tidak bernafsi-nafsi, tidak jalan sendiri-sendiri. Sementara, Nilai “Kontributif” berarti bahwa siapapun kita, apapun jurusan dan latar belakang kita, apapn prestasi kita, pada akhirnya kita harus memberikan pengabdian dan kontribusi kita untuk daerah dan Indonesia.. Adapun nilai “Bermakna”, mengisyaratkan bahwa segala yang kita rencanakan dan lakukan harus memiliki manfaat dan nilai, termasuk bernilai ibadah kepada Allah. Rugi kita kalau Cuma dapet lelahnya doang, bernilai dunia tapi gak terhitung ibadah disisi Tuhan.
Nah, derivasi dari VISI tersebut, kami menyusun beberapa MISI yang ingin kita selesaikan, berdasarkan analisis temuan masalah diatas.
Misi:
1. Menyempurnakan tata kelola organisasi MG NTB menuju organisasi yang lebih profesional, efektif dan efisien.
2. Memperkuat budaya kekeluargaan, kolaborasi dan sinergi lintas identitas antar awardee LPDP dalam membangun NTB dan Indonesia.
3. Memaksimalkan potensi dan kontribusi inspiratif awardee LPDP NTB dalam setiap program kerja MG NTB.
4. Menjalin kerjasama eksternal yang tidak mengikat dengan Instansi Pendidikan, Pemerintahan, Perusahaan, dan pihak eksternal lainnya.
5. Melakukan pengabdian kepada masyarakat untuk memberi manfaat dan membuat perubahan untuk sesama.
6. Memperluas syiar dan memperkuat branding MG NTB dengan pemanfaatan media dan teknologi secara efektif.
Dari VISI MISI inilah selanjutnya kami menyusun beberapa program kerja strategis.
Proker untuk Misi Pertama, tentang “Menyempurnakan tata kelola organisasi MG NTB menuju organisasi yang lebih profesional, efektif dan efisien.”
1. Menyusun Road Map MG NTB
Mendesain roadmap 5 tahunan MG NTB (2018-2022) untuk memastikan arah pembangunan organisasi beserta kontribusinya secara sustainable di masa depan. Kita berbicara visi, kita berbicara arah organisasi. Kita menginisiasi roadmap ini agar pengurus ke depannya memiliki gambaran dalam menyusun visi misi dan program kerja, sehingga regenerasi pun akan terbangun secara berkelanjutan. Roadmap ini akan menjadi pengukuran awal sebenarnya sejauh mana kita bisa melangkah untuk beberapa tahun ke depannya. Bagaimana rencana realisasinya?
a. Membentuk tim penyusun Road Map MG NTB
b. Merumuskan masalah dan prioritas masalah baik internal organisasi maupun untuk NTB secara keseluruhan.
c. Menyusun milestone dan solusi menuju target roadmap.
2. Penertiban data, sistem administrasi dan kesekretariatan MG NTB
Jantung sebuah organisasi terletak pada pengelolaan data, sistem administrasi dan kesekretariatannya. Kita ketahui bahwa tidak ada yang bisa diwariskan selain dokumen yang rapi dan tertib, “everything must be well documented”.
3. Pembentukan MG Kabupaten/ Kota
Setelah tata kelola administrasi MG NTB rapi, langkah selanjutnya adalah tata kelola sumber dayanya dengan membentuk MG Kabupaten/ Kota. Tentu dengan mempertimbangkan kesiapan para awardee daerah itu sendiri. Tujuannya, permasalahan di kabupaten biasanya teman-teman di kabupaten itulah yang lebih paham permasalahan yang ada dan lebh mudah untuk memetakan siapa diantara teman-teman se-kabupatennya yang bisa diandalkan untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Untuk mengukur MISI ini sukses atau tidak indikatornya seperti ini:
1. Terbentuknya “Desain Roadmap” yang ter-fixasi untuk dijalankan oleh kepengurusan2 berikutnya.
2. Terbentuknya struktur organisasi, pengurus inti, dan divisi-divisi serta penanggung jawabnya yang akan menjadi tombak pergerakan MG NTB
3. Terbentuknya sistem penjaringan database awardee NTB yang rapi melalui pemanfaatan website.
4. Tersusunnya AD/ART organisasi MG NTB dan MG Kabupaten/ Kota, dan terdokumentasi dengan baik
5. Hubungan keluar dilakukan dengan surat menyurat resmi yang dikeluarkan MG NTB
6. Terbentuknya MG NTB kabupaten/kota di 10 kabupaten/ kota se-NTB selama dalam masa periode kepengurusan.
7. Pelaporan LPJ (Laporan Pertanggungjawaban) ke MG Pusat sebagai bentuk tanggungjawab struktural

Proker untuk MISI KEDUA, “Memperkuat budaya kekeluargaan, kolaborasi dan sinergi lintas identitas antar awardee LPDP dalam membangun NTB dan Indonesia.”
1. Satu Jam Lebih Dekat
Kegiatan ini berbentuk perkenalan masing-masing awardee secara bergiliran melalui grup WA dengan cara yang menyenangkan dalam durasi 1 jam saja 2 kali seminggu. Tujuannya untuk lebih merekatkan kedekatan dan kekeluargaan sesama insan MG NTB. Kita akui, dari semua anggota grup ini, kita tidak mengenal semua dari mereka. Barangkali ini juga jadi sebab kenapa kita sulit berkolaborasi dan bersinergi selama ini. Tak kenal, maka kenalan. Siapa tau ada yang ketemu jodohnya kan. Hehee...
2. Team Building Bareng
Dalam rangka merekatkan rasa kekeluargaan, memperkuat kolaborasi dan meningkatkan sinergi antar awardee, kami berencana untuk mengadakan Team Building Bareng dimana teman-teman MG NTB bonding berkumpul mengadakan kegiatan bersama entah dalam bentuk camping bareng atau out bond bareng yang menyenangkan.
Indikator Keberhasilan MISI ini dilihat dari, setidaknya:
1. Minimal 80% anggota MG NTB telah melakukan perkenalan melalui program satu jam lebih dekat.
2. Terlaksananya minimal 1 kali team building MG NTB dalam sekali kepengurusan

Proker untuk MISI Ketiga adalah
1. Ploting MG NTB
Setelah database terkumpul lengkap dengan background kelimuannya, kami akan mem-ploting para awardee sesuai dengan potensinya sesuai dengan area of interest-nya. Yang Pendidikan, bisa difasilitasi dengan sesama Pendidikannya; yang Kesehatan, bisa difasilitasi dengan teman-teman yang sama di kesehatan, dll. Untuk membuat satu perubahan bagi masyarakat.
2. MG Coaching
Memfasilitasi Pelatihan untuk pengembangan sumberdaya MG NTB tentang hal2 yang dibutuhkan oleh para Awardee NTB. Misal, pelatihan pengambangan diri dan karir. Bisa dilakukan dengan cara coaching langsung maupun coaching online dengan mengundang pembicara2 baik dari internal MG NTB dan MG Pusat, ataupun dari pihak lain yang expert dalam bidang tersebut.
3. Forum Kajian Strategis (FORKAGIS)
Adalah satu forum yang memberikan kesempatan insan MG NTB maupun pihak luar yang inspiratif untuk menjadi pembicara untuk topik-topik strategis pembangunan NTB. Misal, tentang isu sustainabilitas pengelolaan Wisata Halal di NTB. Forkagis ini bisa dilakukan melalui forum Online (melalui WA atau Webinar) maupun forum langsung.
4. MG Menginspirasi
Jika ada istilah Kelas Inspirasi, maka disini ada MG Menginspirasi dimana teman-teman awardee turun ke masyarakat melakukan sesuatu atau menjadi pembicara2 untuk menginspirasi anak2, pemuda/i, atau masyarakat NTB bahwa setiap mereka bisa berprestasi dan berkembang seperti yang lainnya. MG Menginspirasi ini juga bisa dalam bentuk tulisan atau wawancara kesuksesan Awardee NTB yang selanjutnya dari hasil wawancara dan tulisan tersebut di posting dan di Share melalui SocMEdnya MG NTB untuk menginspirasi.
5. Menginisiasi terbentuknya Badan Otonom MG NTB
Program kerja ini dihajatkan untuk membuat sayap organisasi MG NTB seperti Lembaga Riset MG NTB. Mengapa menjadi Badan Otonom, ini supaya bisa berkelanjutan dan tidak bergantung pada kepengurusan yang terus berganti2 di setiap periodenya.
Untuk mengukur Indikator Keberhasilan dari MISI Ketiga ini, dilihat dari hal sebagai berikut:
1. Terpilih penanggung jawab dari setiap cluster keilmuan dan wilayah di MG NTB
2. Setidaknya terlaksana 1 kali MG Coaching Langsung dan Online dalam masa jabatan untuk meningkatkan potensi dan membangun kapasitas insan MG NTB.
3. Terlaksananya setidaknya 10 sharing inspiratif baik langsung maupun online.

Proker MISI KEEMPAT tentang “Menjalin Kerjasama Eksternal yang tidak mengikat dengan Instansi Pendidikan, Pemerintahan, Perusahaan, dan pihak eksternal lainnya.”
1. ROADSHOW MG NTB
Melakukan roadshow ke setiap kabupaten/kota se-NTB sekaligus untuk memperkenalkan MG NTB kepada pemerintah, perusahaan, dan pihak eksternal lainnya.
2. KOLABORASI EKSTERNAL
Mengumpulkan link perusahaan/instansi yang memungkinkan untuk berkolaborasi dengan MG NTB. Selanjutnya, menghubungi dan membuka peluang kerjasama bagi perusahaan/ instansi di NTB. Tidak bisa dipungkiri bahwa untuk membangun kita perlu membuka diri untuk bergandengan dengan pihak2 eksternal yang memiliki visi yang sama dengan MG NTB.
Indikator keberhasilan dari MISI keempat ini, sebagai berikut:
1. Telah terbentuk MoU atau MoA antara MG NTB dengan minimal 6 kabupaten/ kota di NTB.
2. Terjalinnya minimal 1 kerjasama dengan perusahaan/ instansi yang dapat menguntungkan bagi MG NTB baik secara kontribusi maupun materi.

Proker untuk MISI Kelima, yaitu “Melakukan pengabdian kepada masyarakat untuk memberi manfaat dan membuat perubahan untuk sesama.”
1. MG Membangun (Desa Binaan)
Menjadi sebuah keniscayaan bagi setiap awardee untuk kembali membangun daerahnya. Dan untuk membangun, kita mesti mulai dari simpul terkuat bangsa ini, yaitu DESA. Sebelumnya, pernah diinisiasi namun mandeg. Maka dari itu, menjadi sebuah tantangan tersendiri untuk kembali mengadakan proker ini. Step2 caranya adalah:
a. Membuat tim khusus untuk memilih dan memilah salah satu desa potensial yang dapat dijadikan sebagai desa binaan secara berkelanjutan
b. Melakukan community analysis tentang situasi dan kebutuhan desa tersebut serta sumber daya yang bisa kita berikan
c. Melakukan proses birokrasi dengan pejabat dan tokoh setempat, serta sosialisasi program ke masyarakat
d. Melaksanakan program sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat
e. Menginisiasi pemberdayaan masyarakat baik secara ekonomi maupun sosial, untuk mewujudkan masyarakat yang berkembang secara mandiri
f. Melakukan monitoring dan evaluasi
2. MG Berbagi
Selain membangun, masyarakat juga membutuhkan penyelesaian masalah jangka pendek. Oleh karena itu, akan dilaksanakan proyek sosial yang menjadi solusi langsung dari permasalahan yang ada. Contohnya seperti, program 1000 sepatu, 1000 buku, dll.
3. MG Tanggap
NTB sebagai provinsi kepulauan dengan geografisnya termasuk provinsi yang rawan terkena bencana alam. Dengan begitu, kita berkewajiban memberikan kontribusi dalam membantu korban2 bencana secara tanggap. Dan untuk hal ini, kita sudah berpengalaman menjalankan itu.
Indikator Keberhasilan dari MISI Kelima ini, yaitu:
1. Terpilihnya desa binaan MG NTB baik di pulau Lombok maupun Sumbawa
2. Terlaksananya minimal 2 proyek sosial untuk masyarakat
3. MG NTB turut berkontribusi pada setiap bencana yang terjadi di NTB

Proker untuk MISI Terakhir, yaitu: “Memperluas syiar dan memperkuat branding MG NTB dengan pemanfaatan media dan teknologi secara efektif.”
1. Branding MG NTB
Karena kita baru, kita perlu memperkenalkan eksistensi MG NTB ke publik secara massif dengan branding yang khas. Caranya:
a. Di awal kepengurusan, perangkat branding disusun terlebih dahulu oleh divisi Media dan IT seperti template header dan footer dari poster, warna-warna yang menjadi khas MG NTB dan perangkat design lainnya.
b. Pada satu minggu kepengurusan pertama, setiap anggota MG NTB menggunakan twibbon MG NTB pada profile picture di media sosial untuk mensosialisasikan eksistensi dari MG NTB yang baru terbangun.
c. Mengadakan Roadshow dan sosialisasi ke setiap kabupaten/kota
2. MG Online
Publikasi-publikasi program melalui pemanfaatan teknologi secara efektif. MG Online mengaktifkan kembali media sosial (FB, Fanspage, Twitter, IG, Youtube Channel, dan Website) yang dimiliki oleh MG NTB. Setiap program kerja yang telah dilaksanakan harus didokumentasikan dengan baik dan dipublikasikan melalui media sosial atau website MG NTB dengan caption yang inspiratif untuk menciptakan kepengurusan yang transparan.
3. MG Ambassador
Awardee dan Alumni bisa membawa nama MG NTB dimanapun berada. Setiap anggota MG NTB dapat menjadi duta MG NTB pada setiap acara baik dalam skala nasional maupun internasional. Juga, insan MG NTB akan didelegasikan secara resmi oleh MG NTB dalam membantu sosialisasi Beasiswa LPDP. Sasarannya adalah pelajar dan mahasiswa di almamater atau daerah asal masing-masing. Sederhananya, setiap awardee yang pulang kampung bisa meluangkan waktu menjadi nara sumber di almamaternya atas permintaan penyelenggara
Indikator Keberhasilan MISI KEENAM ini bisa kita ukur dari:
1. Terbentuk perangkat branding yang baik dari segi design publikasi, tagline, dan penuansaan.
2. Setiap program MG NTB dapat dishare melalui website atau media sosial lainnya
3. Terdapat 10 event yang diwakilkan dengan MG AMBASSADOR

Adapun DIVISI yang akan dibentuk dalam kepengurusan nanti untuk menunjang diantaranya:
1. Administrasi dan Pendataan
2. Pengabdian masyarakat
3. Potensi Minat Bakat
4. Hubungan Eksternal
5. Internal
6. Media dan IT
7. Divisi Keuangan, dipimpin oleh bendahara langsung

Tanya Jawab Program Kerja dan Visi Misi
#Pertanyaan dari saudara Bukhori
Tanya: Pak yasni mengatakan bahwa akan membentuk MG Kabupaten/Kota,  program ini sama seperti yang disampaikan oleh calon nomor 1 (Kalau tidak Khilaf) . dalam pandangan saya, akan mudah membentuk MG kabupaten/Kota tersebut. pertanyaan saya adalah langkah-langkah apa yang selanjutnya saudara lakukan, MG Kabupaten/kota tersebut terbetentuk.?

Jawab : MG NTB Kabupaten/Kota. Stepnya seperti ini:
1. Memilih penanggung jawab dari setiap MG Kabupaten/kota yang dibentuk (koordinatornya)
2. Setiap MG Kabupaten/kota menganalisis masalah, situasi, dan potensi yang ada di daerahnya masing-masing
3. Mendorong mereka utk menjalin MoU dengan pemerintah setempat dan membantu menjadi penghubung dengan tokoh-tokoh setempat
4. Perancangan dan pelaksaan program sebagai solusi masing-masing kabupaten/kota dengan sumber daya yang dimiliki MG NTB untuk menyelesaikannya
5. Menjadi duta MG NTB pada event di daerahnya masing-masing (MG AMBASSADOR)
6. Kami akan membantu mensukseskan program MG Kabupaten seperti kerjasama dengan perusahaan/instansi setempat,
7. Mengevaluasi kontribusi MG NTB di masing-masing kabupaten/kota
Kira-kira seperti itu peran MG NTB nantinya utk MG Kabupaten Kota. Jika sekiranya ada tambahan dan masukan dari teman-teman nantinya, tentu akan sangat membantu saya untuk mensukseskan MG Kabupaten kota setalh terbentuk nanti.

#Pertanyaan dari saudari Rini (Bendahara Umum MG NTB saat ini)
Tanya: Saya selama hampir setahun ini diamanahkan sebagai bendahara MG NTB, dan kita telah banyak kontribusi dalam kegiatan-kegiatan sosial untuk ikut membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah. Pertanyaannya bagaimana saudara yasni menjamin bahwa kegiatan-kegiatan tersebut akan tetap berjalan?
Jawab: Kita punya Program Kerja "MG Tanggap", pada misi kelima. ini tujuannya untuk memberikan bantuan secara tanggap ketika terjadi bencana. Kerjasama dgn PMI setempat disamping kita juga memberikan bantuan dari donasi yang kita punya. Kita sudah berpengalaman dalam menjalankan ini

Tanya: Menurut saudara. Pentingkah di berlakukannya keuangan internal? Dalam hal ini adalah iuran wajib, sedang seperti yang kita tau dalam keluarga kita ini hampir berjumlah 400.an orang dengan keadaan yang heterogen, baik bagi mereka yang kuliah ongoing di DL dan LN, masih PB, sedang PK, masih nganggur nunggu waktu kuliah bahkan yang alumni., pwrtanyaanyya. Bagaiman sdr bisa meyakinkan ke mereka bahwa iuran itu penting dan dengan cara apa?
Jawab: Kita akui bahwa latar belakang kita berbeda, dan saya tidak ingin kita bergantung sepenuhnya pada iuran saja. walau tetap iuran itu penting dan sifatnya sukarela dgn standar minimum.  Maka, dari itu kita perlu adakan kerjasama dgn pihak luar.  untuk nombokin iuran itu. Untuk mengajak teman-teman dalam melihat iuran itu penting, maka transparansi harus tetap dijunjung tinggi. Iurannya utk apa, dan penggunaannya utk apa secara detail.

Tanya: Terkait dengan menjalin link ke luar khususnya tentang KEUANGAN yang juga dapat membuat MG NTB bisa lebih mandiri. Pertanyaanya Program apa yang bisa ditawarkan keluar? seperti jika kita ingin berkejasama dgn perusahaan, baik daerah atau swasta.
Jawab: Selanjutnya pertanyaan ketiga. Tentang program apa yang perlu ditawarkan. Saya pikir, masih di MISI yang kelima. Ada proker MG Berbagi, juga ada MG Membangun. Perusahaan-perusahaan biasanya punya kwajiban untuk membayar CSR. Dan itu bisa kita grab. Sebab itulah, kerjasama itu penting untuk kita jalin sejak awal dengan pihak luar. Biasanya, anggaran itu dipatok diawal-awal. Tentang penjelasan yang ini. Dan apa yang sudah di jelaskan di paparan jawaban no satu di atas. Apa itu untuk hal tanggap keluar? Bagaimana dengan tanggap kedalamnya? Semisal untuk sesama awardee . Saya pikir untuk teman-teman sesama awardee juga sama. Kita bisa galang dana dan berikan bantuan jika memang membutuhkan seperti kasus dulu yang tertimpa gunung ES di Italy.

#Pertanyaan dari saudara M. Baiul Hak
Tanya: Saya sangat bahagia ada dua insan yang memberanikan diri utk maju mengemban amanah menuju MG NTB SATU. Salah satu dampak dari hal ini adalah adanya polarisasi di tubuh MG NTB; satu mendukung bang Soni dan lainnya mendukung bang Yasni. Jika saudara terpilih, bagaimana langkah konkrit saudara dalam merangkul sahabat yang tdk memilih anda. Dan jika tidak terpilih, bersediakah bang Yasni untuk bergabung seandainya saudara diminta untuk merealisasikan visi-misi yang sangat bagus ini dgn kepemimpinan Soni Ariawan? Bang Yasni sudah memaparkan berbagai proker, lengkap beserta indikatornya. Pertanyaan saya adalah seperti apa log frame M&E (Monitoring dan Evaluasi) yang akan saudara implementasikan dan bagaimana langkah koreksi yang akan diambil apabila capaian tidak sesuai dgn harapan atau timeline programnya mundur dari perencanaan awal?
Jawab: Saya ingin menegaskan bahwa dalam pencalonan ini, saya tidak melihat tentang JABATANNYA. Ini tentang niatan berkontriusi. Saya akan berikan apapun semampu saya. Ini bagian dari pengabdian untuk daerah dan masyarakat.  Jadi, saya berharap ketika pilihan-pilihan kita berbeda, tidak menjadi penyebab utk kita terpecah, terpetak-petak. Justru, saya mengusung nilai kebersamaan. Tanpa memandang latar belakang dan identitas. Apalagi masalah dukungan. Kita mesti saling rangkul. Karena dengan begitu kita bisa membuat perubahan-perubahan besar. Saya tidak memandang apapun, apalagi urusan pendukung atau timses. Untuk pak Soni pun, jika saya terpilih nanti, saya akan menawarkan beliau utk menjadi wakil ketua nanti utk mendampingi saya. Saya tau beliau, saya tau track record.nya. Kapasitas dan kemampuannya dan jika dilihat-lihat, hampir mirip visi misi dan proker kita ini menunjukkan bahwa kita punya semangat yang sama dan melihat msalah yang sama. Untuk teman-teman pendukung, tentu tetap akan saya rangkul. Slema kita punya semangat, dan keinginan yang sama
Bagaimana dengan saya?  Yes, seperti yang saya bilang diatas. Bukan tentang jabatannya. tapi tentang kontribusi. JIkapun saya diminta utk bergabung nanti, insyaAllah akan siap utk membantu semampu saya. Kita harus tetap berbesar hati utk menerima apapun hasilnya pada akhirnya nanti Terkait dengan Proker, ya itu tergantung dari kepngurusan nanti Jika ada diperlukan oleh kepengurusan nanti, ya saya akan ikhtiarkan semampu saya. Saya meyakini, bahwa kedepan nanti, MG NTB ini akan semakin solid dan impactful tentu dengan kolaborasi dan kebersamaan itu
Untuk monitoring dan evaluasi. Intinya, saya menyusun indikator keberhasilan itu justru supaya ada indikator yang kongkrit. Bukan dengan proker yang normatif. Biar lebih terlihat membumi dan aplikatif bahwa itu tu sebenarnya bisa utk kita capai.  Dgn adanya indikator keberhasilan tersebut, kita bisa monitoring dan evaluasi programnya itu sebenarnya udah jalan apa enggak. Progresnya sejauh mana? Jadi patokannya jelas. Evaluasinya jadi gampang. Nanti, dipertengahan masa jabatan, sekaligus adakan kegiatan Team building, disitu kita bisa evaluasi juga apa2 yang sudah kita lakukan dan belum lakukan. Dan, perlu untuk dimaklumi bahwa semua proker ini, masih dalam tahapan konsep. Utk lebih lanjutnya nanti, saya sangat terbuka utk menerima masukan2 dari teman-teman jika ternyata ada yang menurut teman-teman tidak applicable. Juga, saya terbuka nantinya untuk menerima masukan2 dari teman-teman jika ada back up plan, utk plan B dan C nya jika ada yang gak terlaksana.
Pada kepengurusan saya nanti, saya akan menunjuk seseorang dalam kepengurusan inti untuk menjadi quality control, yang memastikan dan menjadi reminder bagi seluruh pengurus mengenai timeline proker jika ada yang ternyata molr dari timeline yang direncanakan.

#Pertanyaan dari saudara M. Nur Fietroh
Tanya: Saya membaca di biodata bung Yasni tertulis bahwa bung menjabat sbg CEO (Chief Executive Officer) di Nathan Institute). Sepemahaman saya, CEO itu adalah top class manager yang mempunyai tanggung jawab sangat besar di dalam sebuah orginasisasi. CEO mempunyai wewenang untuk menentukan keputusan strategis yang krusial bagi hidup dan matinya sebuah organisasi. Lalu bagaimana saudara bisa meyakinkan saya bahwa saydara akan bisa bekerja maksimal jika terpilih sbg ketua MG, sementara saudara bekerja sbg dosen yang punya tanggung jawab berat mengemban Tri Dharma (Mengajar, Meneliti dan Mengabdi kpd masyarakat) di salah satu universitas dan juga merangkap CEO Nathan Institute 2017?
Jawab. Ketua MG Pusat mas Danang Rizki Ginanjar, dia adalah seorang Staf Kementerian di BAPPENAS. Juga sebagai pimpinan di INDI.CO. Dan juga mengisi berbagai kegiatan2 sebagai pemateri di berbagai event. Beliau itu tentu jauh lebih sibuk dari saya. Dan saya yakin bahwa semua ini adalah tentang manajemen waktu. Kebetulan, Nathan Institute itu juga memiliki nilai-nilai yang sama seperti yang saya bawa ke MG NTB. Di Nathan justru sistem kerjanya nyante cuma Weekend aja, Sabtu dan Minggu Dan kita rapatnya lewat online karena pengurusnya tidak cuma di Lombok juga dari luar daerah
Adapun status saya sebagai Dosen, lagi-lagi saya bilang ini adalah tentang manajemen waktu dan prioritas. Toh juga, bukan saya sendirian yang mengurus MG NTB ini nantinya itulah perlunya kenap teman-teman kita ajak bareng-bareng.

#Pertanyaan dari saudara Musahrain
Tanya: Mg NTB ini kan katanya akan membantu perkembangan dan kemajuan NTB di segala bidang. Yang menjadi pertanyaan saya, langkah kongkrir apa yang bisa anda lakukan dlm mengatasi berbagai persoalan pendidikan di NTB. Khusus persoalan-persoalan yang berkaitam dengan siswa. Karena sebagai mana yang kita ketahui akhir-akhir ini sering sekali terjadi hal-hal yang tidak wajar di kalangan siswa,lets say, siswa berciumam didalam kelas, tawuran dll.

Jawab: Wah, ini pertanyaannya hebat nih Disadari, memang permasalah pendidikan di jaman NOW ini sangat kompleks. Tapi, walaupun anak-anak atau generasigenerasi di NTB ini ungkin dilihat kompleks dgn masalah-maslah seperti itu, saya melihat bahwa mereka memiliki potensi-potensi dan harapn yang luar biasa di masa depan hanya saja memang, mereka kurang role model bisa jadi juga karena pengaruh lingkungan dan juga mungkin saja kurang wadah utk mengembangkan diri. Nah, di program MG Menginspirasi disitulah kita bisa utk mempengaruhi mereka utk lebih produktif dan positif Dan juga, kedepan, MG NTB bisa memperbanyak jaringan utk bekerja sama dengan lembaga-lembaga yang konsen dengan pengembangan potensi anak Muda Sperti misalnya, Nathan Institute yang saya bina atau juga Gelora Education Center yang sauda saya Soni  Ariawan bina.

Closing Statement
Well, terima kasih teman-teman sudah berkenan dengan sabar utk mengikuti diskusi ini. Penting agar bisa menilik kualitas calon seperti apa dan akhirnya menjadi pemilih cerdas yang bukan hanya berdasarakan EGO atau sentimen identitas. Dan saya yakin bahwa ke depan kita isa berkolaborasi untuk membuat kekerenan yang hakiki di MG NTB dan tentang visi misi dan proker-proker yang ada, saya tetap terbuka untuk menerima masukan dan saran dari teman-teman. Saya yakin kita punya niatan yang sama utk memajukan MG NTB ini Saya pribadi memberikan kebebasan kepada teman-teman utk memilih siapapun dalm kontestasi ini bahkan kepada timsa saya sendiri. Karena, bagi saya Maju ke pencalonan ini
Saya meniatkan ini sabagai ibadah, insyaAllah. Terima kasih. Salam hangat. Assalaumulaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Sabtu, 25 November 2017

MATA GARUDA NTB ADALAH RUMAH KITA, SONI ARIAWAN (CALON KETUA MG NTB NOMER URUT 1)

MATA GARUDA NTB ADALAH RUMAH KITA, SONI ARIAWAN
(CALON KETUA MG NTB NOMOR URUT 1)


Pemilihan Ketua Mata Garuda NTB sudah di depan mata. Tim KPU GM NTB memberikan kesempatan untuk calon ketua bersosialisasi dalam rangka menunjukkan program-program strategis yang akan dilaksanakan pada periode mendatang. Sabtu, 25 November 2017 pukul 19.30 WIB telah dilaksanakan diskusi online untuk membahas dan menggali visi misi dan program strategis salah satu calon.
Diskusi malam tadi dipandu oleh saudara Rizal Rahardi. Adalah Soni Ariawan, kandidat calon No. 1, diberikan kesempatan Tim KPU untuk mengisi diskusi.  Diskusi dijadwalkan berlangsung selama 2,5 jam.
Pada kesempatan malam tadi, Soni Ariawan menyampaikan RENSTRA MG NTB berupa visi, misi dan program kerja satu tahun ke depan masa bakti 2017/2018. Beliau mengatakan, meskipun kepengurusan MG NTB memang 1 tahun, tetapi semoga impact dari programnya sepanjang masa.

Berikut Pemaparan dari Calon Ketua MG NTB, Soni Ariawan:
Setelah brainstorming dan berkotemplasi cukup lama, maka saya berkesimpulan bahwa Mata Garuda itu ibarat rumah.
Kenapa rumah? Karena kalau kantor identik dengan stress dan rumah identik dengan tempat paling nyaman untuk melepas stress. Semua kita pasti merindukan rumah dan menjadikannya sebagai tempat ternyaman. Nah, rumah Mata Garuda ini adalah rumah KITA bersama. Kita semua memiliki hak yang sama untuk menjadikannya sebagai tempat berkarya dan berkolaborasi antar sesama dalam rangka mewujudkan sebuah harmoni bersama. JADI, MATA GARUDA NTB ini adalah RUMAH KITA.
Maka visi kami adalah menjadikan MG NTB sebagai Rumah KITA. Adapun VALUE yang akan dijadikan pedoman dalam menjalankan roda organisasi adalah KITA
KITA (Kolaborasi-Inovasi-Transformasi-Aksi)
Kenapa KITA? Karena kalau sendirian butuh tenaga ekstra, maka dengan menjadi KITA, beban yang berat akan terasa ringan karena dikerjakan secara bersama-sama. KITA adalah Kolaborasi, Inovasi, Transformasi dan Aksi. Singkatnya, Mata Garuda NTB adalah rumah tempat kita berkolaborasi dan bersinergi, mengumpulkan potensi yang tersebar dimana-mana menjadi sebuah kekuatan bersama. Di rumah KITA juga akan ada inovasi, kreasi, ide dan gagasan yang akan kita rumuskan bersama. Tidak sampai di situ, inovasi, kreasi, ide dan gagasan tersebut harus ditransformasi menjadi aksi yang lebih riil. Oleh karena itu, aksi menjadi kunci penting apakah kolaborasi kita sudah berhasil atau belum. InsyaAllah, KITA siap untuk beraksi!
Adapun misi KITA adalah:
1. Memperbaiki tata kelola awardee sebagai human capital dengan cara:
- Memperkuat soliditas internal melalui forum-forum akademik dan non akademik baik secara online dan tatap muka (face-to-face meeting).
- Melengkapi dan mengupdate database awardee secara berkesinambungan.
- Merancang peta potensi awardee sesuai bidang keilmuan serta membangun kolaborasi dan sinergisitas antar awardee.
2. Membangun kolaborasi dan sinergi eksternal dengan cara:
- Bekerjasama dengan pemerintah, Institusi strategis, BUMN, BUMD, swasta, LSM, Lembaga Riset, Perguruan Tinggi dan organisasi lain untuk mensinergikan program Mata Garuda sebagai kontribusi kita dalam pembangunan NTB.
- Membangun koordinasi dan jaringan yang kuat dengan Mata Garuda pusat dan Mata Garuda daerah lain.
3. Melakukan aksi sosial sebagai bentuk kontribusi nyata.

Tanya Jawab Visi Misi dan Program Strategis
# Pertanyaan dari saudara Supiandi
Tanya : Masalah klasik yang mungkin berulang-ulang terjadi di MG NTB yaitu kurang optimalnya keterlibatan anggota dalam kegiatan-kegiatan MG NTB. Contoh ketika tim kajian mencari pemateri diskusi online, sulitnya luar biasa. Kira-kira bagaimana solusi yang ingin di tawarkan oleh calon nomor 1 ?
Jawab: Keterlibatan Anggota. Memang ini masalah klasik, tetapi kita tidak bisa menjustifikasi bahwa mereka yang tidak aktif adalah apatis. Dalam hal ini, tentu kita berbaik sangka bahwa teman-teman yang belum terlibat barangkali masih ada kesibukan, atau justru belum merasa butuh dengan keterlibatan tersebut. Dalam diskusi online misalnya. oleh karena itu kita akan buat mereka merasa butuh. Caranya adalah kelola platform secara profesional. Setiap member harus dihimbau agar lebih sering share hal yang informatif dan hal positif lain yang akan membuat member grup merasa butuh. Tentu sepenuhnya tidak bisa dibebankan kepada member, kerna kadang tidak terkontrol. Divisi Media dalam hal ini harus berperan aktif membuat platfom itu menjadi sebuah wadah silaturrahmi online yang nyaman bagi semua.
Tentang kesulitan jadi pemateri. Mungkin kita masih belum maksimal mencari.  Dan tidak usah dicari sebenarnya, ada di sekitar kita kok. Semua member di grup ini kan orang pilihan yang punya potensi masing2. Tinggal kita lobi agar bersedia menjadi pemateri, dengan sedikit rayuan atas dasar kita sama-smaa belajar. Karena kadang kita tidak PD untuk jadi pemateri. Tetapi tugas kitalah untuk saling meyakinkan bahwa setiap awardee itu istimewa.

Tanya : Basis masa MG NTB banyak yg sedang di luar NTB, bagaimana langkah strategis calon nomor 1 untuk menarik agar anggota MG bisa berkontribusi langsung di NTB. NTB butuh KITA !!!
Jawab: Benar bahwa SDM NTB khususnya awardee masih banyak domisili di luar NTB. Pengabdian itu tak melulu tentang harus hadir secara zahir. Kita masih bisa mengajak mereka berdialektika lewat diskusi2 online dsb, seraya merumuskan konsep kontribusi untuk NTB. Intinya, boleh saja kita berada di luar NTB, asalkan jiwa dan pemikiran kita masih setia untuk NTB

# Pertanyaan dari saudara Henry Surendra

Tanya: KITA (Kolaborasi-Inovasi-Transformasi-Aksi) ini sebenarnya diperoleh dari mengadopsi sebuah teori/kerangka berfikir tertentu (teori dr Professor X misalnya) ataukah memang murni ide dari bang Soni selaku calon MG NTB 1? Mohon penjelasan terkait ini.
Jawab: Sebenarnya, iseng saja merangkai huruf demi huruf agar tercipta satu abrevasi yang bernilai kuat dan setiap hurufnya merepresentasikan cara pandang kita terhadap MG NTB. Maka terbentuklah kata KITA. Harapannya Kolaborasi-Inovasi-Transformasi-Aksi ini menjadi framework kita dalam menjalankan organisasi ini. Lihat outputnya (kata terakhir) adalah AKSI. Ini yang paling penting.

# Pertanyaan dari saudara Pahrudin
Tanya: Timeline proker yang pertama seberapa lama bang?
Jawab: Timline proker reformasi administrasi, birokrasi dan database. KITA akan coba menata administrasi dan database rumah MG NTB ini maksimal dalam waktu dua bulan. Tetapi untuk database tentu tetap akan diupdate secara berkesinambungan. Tambahan: proker ini sebenarnya muncul dari rekomendasi teman-teman awardee. Saya japri menanyakan apa yang harus dibenahi di MG NTB dan mereka banyak yang menjawab poin di atas. Maka saya berkesimpulan bahwa poin ini sangat penting dan menjadi program prioritas.
Selain memang urgensinya dibuthkan untuk melangkah ke program berikutnya. Pertama, saya sadar bahwa pemilih MG NTB adalah pemilih rasional. Mereka akan memilih saya minimal karena dua hal: memiliki kesamaan visi dan misi dan program kerja yang baik. Pak Pahru, silahkan dikritisi visi, misi, value dan program yang kami canangkan untuk MG NTB, jika terasa cocok maka silahkan, jika tidak maka tidak masalah. Mungkin kita punya cara pandang yang berbeda tetapi jiwa dan semangat yang smaa untuk memajukan MG NTB. Jadi, jangan lihat saya, lihat apa yang kami tawarkan.

Tanya: Kenapa saya harus pilih anda program andalannya ?
Jawab: Bagi saya tidak ada program yang sakti, kesaktian program itu ada pada orang yang menjalankannya. Untk menuju kesaktian itu kita butuh sebuah komitmen dan kemauan untuk menjalankannya, ikhlas untuk mengabdi kepada masyarakat.

# Pertanyaan dari saudari Malika R.
Tanya: Kita sebagai awardee lpdp dan menjadi alumni dituntut untuk membangun negeri dan menjadi garda terdepan dan berjiwa mandiri dan brmanfaat bagi masyarakat sesuai bidang kita,,apakah kita harus ttp bergantung dgn instansi,bumn,dll sbg tmpt mngabdi?? Bagaimana dg peran kita sbgai pemimpin masadepan jika ttp melirik hal tersebut.
Jawab: Benar bahwa kita sebagai awardee harus berjiwa mandiri. Bahwa tidak perlu menunggu orang lain untuk bergerak, tidak perlu menunggu dapat dana hibah baru membuat program dst.
Kemandirian ini perlu kita bangun juga dalam organisasi MG NTB. Itulah kenapa kita perlu perkuat soliditas internal, kemudian membuat peta potensi awardee dengan bidang dan keahlian masing-masing. Setelah itu bisa saja kita melakukan riset sendiri atau aksi sosial sendiri seperti membentuk desa binaan dsb. Ini dalam konteks kemandirian organisasi. Artinya jika saja support dari stakeholder belum ada, bukan kita berrati berhenti untuk bergerak. Tetapi kenapa penting membangun kerjasama dengan stakeholder? Mau tidak mau, merekalah yang memiliki kekuatan baik secara finansial maupun dari segi kebijakan. Tak salah kemudian kalau kita bersinergi dengan mereka. Toh hasil akhirnya nanti adalah bersama-sama membangun NTB yang lebih akseleratif. Poin saya di atas bukan berarti kita opprtunis.

# Pertanyaan dari saudari Sri Hastuti
Tanya: Pertanyaan singkat terkait program Kontribusi KITA khususnya Desa Binaan MG, Langkah seperti apa yang akan diambil untuk mewujudkan program ini?. Karena sejauh ini Desa Binaan selalu berakhir pada rumusan saja.
Jawab: Benar sekali. Ada kecendrungan memang desa binaan itu tidak berkelanjutan. Jika demikian, mungkin faktornya karena dua hal. perama adalah konsep yang belum kuta, kedua SDM yang kurang. Nah, program KITA tentang desa binaan sebenarnya follow up dari hasil pemetaan potensi SDM MG NTB. Dari sana akan terlihat berapa SDM salam bidang pendidikan, ekonomi, pariwisata dsb, kemudian kita petakan lagi berapa orang yang berdomisili di kabupaten/kota tertentu. kita mau pastikan berapa SDM yang kita punya di daerah. Setelah pemetaan ini, kita bisa petakan juga potensi masing2 wilayah. Maka kita akan membentuk desa binaan itu sesuai dgn potensi wilayah tersebut dan ketersediaan SDM di sana. Kita tidak mau asal bentuk desa binaan sana sini tanpa melalu tahapan mapping potensi dlu. Saya kebetulan menerapkan pola ini di desa tempat saya tinggal. kebetulan kami foksus di pendidkan karena SDM yg tersedia di sana banyak background pendidkan dan memnag kebutuhan di sana adalah pendidkan juga. Alhamdulillah dirintis sejak tahun 2013 dan sampai sekarang masih berlangsung kegiataan pembinaan di sana. Boleh nanti coba cek di fanpage Gelora Education Center

# Pertanyaan dari saudara M. Nur F
Tanya : Seberapa besar pengaruh pasangang anda dlm jiwa leadership anda?? Menurut anda, lebih baik mana leader yg sudah punya pasangan atau belum punya pasangan??
Jawab: Saya tidak mengerti apakah leadrrship capacity itu dipengaruhi oleh variabel pasangan. Tetapi pada faktanya memang dalam mengambil sebuah keputusan, pasangan cenderung menjadi teman diskusi yang memebrikan kita banyak pertimbangan dan pandangan. Tetapi asumsi saya bahwa tidak masalah seorang leader itu single atau double (read: yang sudah punya pasangan) karena kalau memang seorang terlahir dan ditempa menjadi leader tetap saja hasilnya juga bagus. Poin saya adalah variable pasangan dalam konteks saya pribadi memberikan pengaruh cukup signifikan. Ini bkan generalisasi, khusus dalam konteks saya pribadi.

Tanya: Apakah ada perubahan yg segnifikan dlm diri anda sebelum dan setelah menikah?? Baik kematangan dlm berfikir dan kedewasaan dlm  bersikap??
Jawab: Benar, kematangan bersikap dan kedewasaan berpikir adalah bentuk perubahannya. Kita menjadi lebih berhati2 mengambil keputusan, bukan berarti tidak tegas, tetapi kita mengambil banyak agle untuk melihat sebuah permasalahan.

Closing Statement
Terima kasih teman-teman atas diskusi yang menarik ini. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya jika agenda ini mengurangi sakralitas malam minggu teman-teman, untuk bersitirahat santai dsb. KITA butuh kolaborasi dan sinergi bersama untuk menyempurnakan rencana-rencana dan mengeksekusinya. Karena apa yang saya sampaikan tentu bukan sebuah hal yang sempurna. Mari menjadikan MG NTB ini sebagai rumah KITA. Jangan sungkan, kita punya hak yang sama untuk berkarya. Sejatinya setiap kita adalah kunci pembangunan UNTUK NTB.

DISKUSI ONLINE KETUA MG NTB

*Diskusi Online Calon Ketua Mata Garuda NTB*
*Periode 2017/2018*


1. Pemaparan tentang visi misi dan program unggulan
2. Dari pukul 19.30- 22.00 WIB (penyampaian visi misi dan program unggulan selama 30 menit dan sisanya diskusi)
3. Moderator dari KPU( Rizal M Suhardi, 25 November, Jamiluddin Nur tgl 26 November dan Dedi Kurniawan tgl 27 November 2017)
4. Tanggal 25 untuk calon nomor 1 *Soni Ariawan* dan tanggal 26 untuk calon nomor 2 *Zainul Yasni Adzarna*
5. Tanggal 27 adalah informasi tambahan dari masing² calon dan tanya jawab diantara kedua calon mengenai arah kerja MG NTB
6. Mengenal Lebih dekat Calon Ketua MG NTB
a. Soni Ariawan
http://www.lpdpntb.com/…/calon-ketua-mata-garuda-ntb-soni-a…
b. Zainul Yasni Adzarna
http://www.lpdpntb.com/…/calon-ketua-mata-garuda-zainul-yas…
*Untuk teman-teman yang belum masuk di data mohon untuk mengisi borang berikut:
bit.ly/AwardeeLPDPNTB
atas kerja sama teman-teman kami sampaikan terima kasih.
____________ *KPU MG NTB 2017*___________________


CALON KETUA MATA GARUDA (Zainul Yasni)


KPU MATA GARUDA NTB
2017



Vote #2 - Zainul Yasni untuk MG NTB
Zainul Yasni untuk MG NTB
“Berkarya & Berkontribusi melalui Sinergi Lintas Identitas”
Pengantar
Tahun 2014, bersama beberapa teman-teman yang baru lulus sebagai awardee LPDP NTB kala itu, kami berinisiatif untuk membuat wadah tempat para awardee yang berasal dari NTB sharing segala hal positif, berkolaborasi dan bersinergi dalam berkontribusi, serta menjaring potensi-potensi hebat para awardee ketika ia kembali membangun daerahnya sepulang studi nanti. Maka kami lakukan penjaringan dan sepakati untuk membuat Ikatan Awardee LPDP NTB melalui media online seadanya.
Waktu itu, belum terlalu ramai. Seiring berjalannya waktu, semua berkembang. Pun, jumlah sumber daya dan potensinya bersamaan dengan tantangannya terus berkembang. Dari itu, dipandang perlu bahwa wadah ini harus terus disempurnakan agar lebih profesional untuk mengimbangi semua perkembangan tersebut.
Terdapat 400an lebih awardee LPDP NTB yang sangat potensial. Bayangkan, jika benar-benar terakomodir dengan baik, terkolaborasi dan tersinergi dengan maksimal dengan lintas identitas yang ada (kesukuan, rumpun ilmu, strata pendidikan, dll), saya meyakini bahwa bersama-bersama kita bisa berkarya dan berkontribusi hebat untuk memberikan impact yang lebih besar dan lebih luas.
Potensi para awardee itu seperti kekuatan dahsyat yang masih terpendam. Jika tersalurkan, harapan besar LPDP terhadap awardee-nya dalam membangun daerah dan Indonesia tentu sangat mungkin untuk diwujudkan. Namun, untuk sampai kesitu, wadah yang mangakomodir dan mengoorganisir potensi-potensitersebut harus menjadi ruang terbaik bagi mereka untuk mengekpresikan potensi dan kontribusinya. Sehingga, para awardee tau dimana mereka bisa berkembang, para alumni tau kemana mereka kembali pulang. Tentu, dalam rangka memberikan kebermanfaatan.
Berangkat dari itu, saya meyakinkan diri untuk maju pada pencalonan ketua MG NTB ini dengan membawa VISI “Mengembangkan MG NTB menuju organisasi yang produkti dan kontributif melalui
sinergi lintas identitas”.
Bangsa ini punya semangat pembangunan dengan nilai kebhinekaan. Di NTB, kita tentu bisa mengobarkan semangat yang sama walau membawa identitas yang berbeda-beda.
Salam hormat,
Zainul Yasni, M.Sc.
Vote #2 - Zainul Yasni untuk MG NTB
Visi:
“Mengembangkan MG NTB menuju organisasi yang produktif dan kontributif melalui sinergi lintas identitas”
Visi ini diusung berdasarkan identifikasi masalah dan kebutuhan MG NTB (Problem based). Kesemuanya itu tercermin dalam 6 hal yang kami ilustrasikan pada gambar berikut:
Dari identifikasi masalah dan kebutuhan tersebut, kami derivasi dan kembangkan menjadi 6 MISI, sebagai berikut
Misi:
1.Menyempurnakan tata kelola organisasi MG NTB menuju organisasi yang lebih profesional, efektif dan efisien.
2.Memperkuat budaya kekeluargaan, kolaborasi dan sinergi lintas identitas antar awardee LPDP dalam membangun NTB dan Indonesia.
3.Memaksimalkan potensi dan kontribusi inspiratif awardee LPDP NTB dalam setiap program kerja MG NTB.
4.Menjalin kerjasama eksternal yang tidak mengikat dengan Instansi Pendidikan, Pemerintahan, Perusahaan, dan pihak eksternal lainnya.
5.Melakukan pengabdian kepada masyarakat untuk memberi manfaat dan membuat perubahan untuk sesama.
6.Memperluas syiar dan memperkuat branding MG NTB dengan pemanfaatan media dan teknologi secara efektif.
Vote #2 - Zainul Yasni untuk MG NTB
Untuk realisasi MISI tersebut, kami menyusun beberapa program kerja strategis, sebagai berikut:
Program:
1.Road Map MG NTB
Mendesain roadmap 5 tahunan MG NTB (2018-2022) untuk memastikan arah pembangunan organisasi beserta kontribusinya secara sustainable di masa depan. Kita berbicara visi, kita berbicara arah organisasi. Kita menginisiasi roadmap ini agar pengurus ke depannya memiliki gambaran dalam menyusun visi misi dan program kerja, sehingga regenerasipun akan terbangun secara berkelanjutan. Roadmap ini juga akan menjadi pengukuran awal, sejauh mana kita bisa melangkah untuk beberapa tahun ke depannya.
2.Penertiban data, sistem administrasi dan kesekretariatan MG NTB
Jantung sebuah organisasi terletak pada pengelolaan data, sistem administrasi dan kesekretariatannya. Kita ketahui bahwa tidak ada yang bisa diwariskan selain dokumen yang rapi dan tertib, “everything must be well documented”. Melalui pemanfaatan website, beberapa data, administrasi dan kesekretariatan akan dipublish di website untuk menciptakan kepengurusan yang transparan.
Vote #2 - Zainul Yasni untuk MG NTB
3.Pembentukan MG Kabupaten/ Kota se NTB
Setelah tata kelola MG NTB rapi, langkah selanjutnya adalah pembentukan MG Kabupaten/ Kota beserta SOP administrasinya. Tentu dengan mempertimbangkan kesiapan para awardee daerah itu sendiri. Estimasi sekitar 3 bulan untuk membentuk 10 MG Kabupaten/Kota di NTB.
4.MG NTB of the Year
Program ini sebentuk penganugrahan Award dan Reward untuk insan MG NTB yang bergerak secara aktif berdasarkan standar kriteria yang ditetapkan oleh pengurus.
Vote #2 - Zainul Yasni untuk MG NTB
Tujuannya untuk mendorong dan memotivasi insan MG NTB untuk terus menunjukkan performa terbaiknya dalam berkontribusi dan berdedikasi. Penganugrahan dilakukan diakhir masa jabatan setelah melakukan evaluasi dan verifikasi dan dianugrahkan langsung oleh ketua pusat Mata Garuda atau Gubernur NTB ketika menghadiri acara Mubes nantinya.
5.Forum Kajian Strategis (FORKAGIS)
Adalah satu forum yang memberikan kesempatan insan MG NTB maupun pihak luar yang inspiratif untuk menjadi pembicara dalam topik-topik strategis pembangunan. Forkagis ini bisa dilakukan melalui forum Online (melalui WA atau Webinar) maupun forum langsung.
Vote #2 - Zainul Yasni untuk MG NTB
6.Strategic Partners
Menjalin kerjasama dengan pihak Institusi Pendidikan, Pemerintahan, Perusahaan, dan pihak eksternal untuk menunjang peran MG NTB yang lebih impactful. Misal, pengembangan potensi wisata di NTB dengan pelibatan peran awardee. Insan MG NTB bisa berkolaborasi dengan dinas pariwisata dan komunitas resmi yang bernaung dibawahnya untuk rembug bersama-sama. Begitupun halnya dengan pihak-pihaklainnya.
Vote #2 - Zainul Yasni untuk MG NTB
7.MG NTB Ambassador
Awardee dan Alumni bisa membawa nama MG NTB dimanapun berada. Juga, insan MG NTB akan didelegasikan secara resmi oleh MG NTB dalam membantu sosialisasi Beasiswa LPDP. Sasarannya adalah pelajar dan mahasiswa di almamater atau daerah asal masing-masing. Sederhananya, setiap awardee yang pulang kampung bisa meluangkan waktu menjadi nara sumber di almamaternya atas permintaan penyelenggara.
8.Membentuk Badan Otonom MG NTB (Lembaga Riset dan Pengembangan Karir)
Terdapat alumni yang belum bekerja setelah lulus karena belum mendapatkan pekerjaan. Untuk mengakomodir kepentingan itu, maka dipandang perlu untuk membentuk Lembaga Riset untuk menyalurkan potensi keilmuannya dan akan diberikan informasi dan pelatihan dalam menentukan dan mengembangkan karir. Ingat, ini bukan berarti menyediakan pekerjaan, tapi MG NTB membantu dalam menemukan pekerjaan.
Vote #2 - Zainul Yasni untuk MG NTB
9.MG NTB Mengabdi
Kegiatan ini dihajatkan untuk berbagi dan memberikan kontribusi sosial untuk membuat perubahan bagi masyarakat sebagaimana hajatan LPDP kepada para awardeenya dan janji kontribusi kita kepada bangsa ini. Program ini akan menjunjung tinggi nilai pembangunan secara merata (Bukan hanya di Lombok, tapi juga di pulau Sumbawa hingga ke ujung Sape Bima). Di dalam program ini terdapat MG Membangun (Desa Binaan); MG Menginspirasi (Menebar Inspirasi); MG Tanggap
(Bencana); MG Berbagi (Santunan).
Vote #2 - Zainul Yasni untuk MG NTB
10.MG Online
MG NTB masih sangat baru dan belum dikenal banyak oleh masyarakat NTB. Untuk itu, sangat diperlukan publikasi-publikasi program melalui pemanfaatan teknologi secara efektif. MG Online mengaktifkan kembali media sosial (FB, Fanspage, Twitter, IG, Youtube Channel, dan Website) yang dimiliki oleh MG NTB. Akan diisi dengan materi hasil diskusi, berbagi cerita kisah inspiratif studi awardee, quote inspiratif dari awardee, berita dan hal-hal positif lainnya. MG NTB Online juga akan memberikan ruang bagi para awardee membuat Vlog yang diupload melalui akun resmi MG NTB.
KEUANGAN
Untuk menjalankan roda organisasi, anggaran dana tentu menjadi sebuah keniscayaan. Untuk mengumpulkan dana, disediakan melalui 5 jalan; a. Iuran sukarela dari awardee; b. Membuka usaha bisnis (Mis. Menjual Merchandise MG NTB); c. Hasil kerjasama dengan pihak ketiga; d. Pemerintah setempat dengan mengajukan proposal program tahunan; e. CSR dari perusahaan daerah setempat.
Vote #2 - Zainul Yasni untuk MG NTB
PENUTUP
Saya berharap, program kerja yang saya susun dan usulkan ini bisa membawa MG NTB menuju organisasi yang produktif dan kontributif dengan menjunjung tinggi budaya inklusivitas lintas identitas. Bukankah identitas kita beragam? Identitas budaya ada Sasak, Samawa Mbojo; Identitas Strata Pendidikan ada yang masih S1, ada S2 dan S3; identitas area keilmuan ada rumpun pendidikan, kesehatan, sosial, sains, politik, ekonomi, dan lain-lain.Harapan saya, setiap identitas ini terepresentasi secara seimbang, terkolaborasi dan tersinergi dalam memberikan manfaat untuk kebaikan daerah dan Indonesia.
Visi, Misi, dan Program Kerja ini saya susun dalam rangka pencalonan diri menjadi ketua MG NTB periode 2017-2018. Jika ada hal yang hendak didiskusikan dan disampaikan, atau ada saran program tambahan, jangan sungkan-sungkan untuk menghubungi saya melalui kontak berikut:
Email
WA
: +447482693888
Phone/ SMS
: 085934511113
FB & IG
: Zainul Yasni Adzarna
Demikian dan terima kasih.
Salam hangat!
Saudaramu,
Zainul Yasni, M.Sc.



[ZAINUL YASNI]
PERSONAL DETAIL
ZAINUL YASNI, M.Sc.
Tembeng Putik, Selong, East Lombok NTB, Indonesia. +6285934511113 / +447482693888 adzarna90@gmail.com zyasni01@qub.ac.uk
Sex: Male Date of birth: 13rd March 1990 Nationality: Indonesia
Height: 174cm Weight: 69kg
Eye’s Color: Black | Hair’s Color: Black | Skin’s Color: Beige
ACADEMIC QUALIFICATIONS
M.Sc. in Educational Leadership of Queen’s University Belfast: (2015 – 2016)
Hamzanwadi University: Undergraduate in Teacher Training - S1 PGSD (2008 – 2013)
Senior Islamic Boarding School of HAMZANWADI Pancor (2005 – 2008)
Junior Islamic Boarding School of MUALLIMIN NW Pancor: (2002 – 2005)
Elementary School number 1 of Tembeng Putik (1996 – 2002)
WORK EXPERIENCE
Lecturer at Hamzanwadi University, Indonesia (2017 – Present)
Partnership, International Relation and Alumni Officer at Hamzanwadi University (2017 – Present)
Primary English Teacher at The Effortless Course Pare (Nov 2013 – Sept 2014)
Teacher staff at the Elementary School 03 of Tembeng Putik (Jul 2009 – Jul 2013)
SOCIAL ACTIVITIES
1.Youth and Community service in volunteerly character building training in West Nusa Tenggara
– Indonesia, along 2013-2014
2.Volunteer and rescue supporter for the victims of Bandang Flood in Sembalun, East Lombok in 2012.
3.Social work and education counseling in optimizing youth and student roles to develop community in a rural area, Jerowaru, East Lombok in 28th – 29th of July 2011.
4.Donation and Free Training for orphans and waifs in the Orphanage of Tembeng Putik in 2010.
5.Social work, health counseling and free medical treatment service for society in Karang Baru Village, Wanasaba, East Lombok, in 25th – 28th of June 2009.
LEADERSHIP AND ORGANISATION HISTORY
Year
Position


2017 - 2022 Vice Secretary of Nahdlatul Wathan Teacher Association (PGNW)
Street: TGKH. Zainuddin Abd.Madjid Street, 70 Selong, (83611).
• 2016 – Present: Vice Secretary of International Partnership and Alumni Officer
Hamzanwadi University, Indonesia.
Street: TGKH. Zainuddin Abd.Madjid Street, 70 Selong, (83611). http://hamzanwadi.ac.id/
2015 – 2016: The Advisor Board of Sahabat Beasiswa Ch. Mataram
Mataram, West Nusa Tenggara Indonesia.
2015 – 2016:
The President of Indonesian Students Association in Belfast UK


Queen’s University Belfast, United Kingdom.


University Road, BT7 1NN, Belfast.


2012 – 2015:
The Head of Human Resource Empowerment


Nahdlatul Wathan (NW) Student Association, Indonesia.


Street: Gajah Mada, 39 Pancor, NTB (83611)
2011 – 2012: The President of Student at Hamzanwadi University
Student Executive Board of Hamzanwadi University
TGKH. Zainuddin Abd.Madjid Street, 70 Selong, (83611)
2010 – 2011: The Education Minister of Student at Hamzanwadi University
Student Executive Board of Hamzanwadi University
TGKH. Zainuddin Abd.Madjid Street, 70 Selong, (83611)
2010 – 2011: The Vice President of Nahdlatul Wathan Student Association
HIMMAH NW of Hamzanwadi University
TGKH. Zainuddin Abd.Madjid Street, 70 Selong, (83611)
2009 – 2010:
The Head of Student Executive of PGSD Department


PGSD Student Association of Hamzanwadi University


TGKH. Zainuddin Abd.Madjid Street, 70 Selong, (83611)
2008 – 2009:
The Head of Human Resource Empowerment


Student Communication Forum of Tembeng Putik
2008 – 2009: The Vice Head of Student Executive of PGSD Department
PGSD Student Association of Hamzanwadi University
TGKH. Zainuddin Abd.Madjid Street, 70 Selong, (83611)
2007 – 2008: The Head of Student (OSIS) at Senior High School
Senior Islamic Boarding School of HAMZANWADI
TGKH. Zainuddin Abd.Madjid Street, 74 Selong, (83611)
HONOR AND AWARD
No
Honor/ Award

Committee

Level

Date
1.
The Best Winner of ‘The Big

Queen’s University

International

9th December 2016

Idea Business’

Belfast




2.
Inspiring Leaders Award

Queen’s University

International

17th January 2016

Belfast









3.
The best graduate at

Hamzanwadi University

Campus

22nd June 2013

University






4.
The most critical participant

BEM of Udayana

Regional

30th Nov – 02nd
of LKMM

University Bali

Bali – Nusra

December 2012
5.
The first winner of MTQ in

Local Government

Regional

23rd – 28th 2011

Syarhil Quran Competition






6.
Runner up of MTQ in Syarhil

LPTQ of NTB

Province

08th – 15th November
Quran Competition


2011
7.
The 3rd best participant

Ma’had DQH Pancor

Campus

21st – 23rd June 2008
8.
The best Pariticipant of PMII

PMII Selong

Regional

31st October – 03rd
STKIP HAMZANWADI



November 2008
9.
The first winner of MTQ in

Local Government

Regional

01st – 08th February
Syarhil Quran Competition


2008
10.
Runner up in Student English

Committee of HULTAH

Province

25th August – 08th
Debate Competition

NWDI 72


September 2007
SEMINAR & CONFERENCES

No
Seminar & Conferences

Position

Date
Note


1.
International Conference on Lesson Study at

Presenter

14th – 16th Sept 2017



Indonesia





2.
International Conference on Educational

Presenter

27th – 29th Oct 2016



Leadership at Budapest Hungary





3.
Research and Science National Seminar

Participant

20th March 2014



4.
International Islamic Conference

Participant

1st February 2014



5.
Sasak Culture Conference

Participant

22nd May 2012



6.
Leadership and Management Organization

Participant

30th September 2012



7.
Teenager Da’I training

Participant

04th – 05th December 2011



8.
TOEFL Training

Participant

07th – 09th March 2011



9.
National Seminar on Education

Committee

12th -Nov-2011



10.
The 33th Anniversary of Hamzanwadi Univ.

Committee

14th – 18th January 2011



11.
Regional Seminar on Education of Nahdlatul

Participant

08th December 2011




Wathan







12.
Seminar for Teacher, “Untukmu GURU”

Participant

03rd October 2010



13.
Orientation of HIMMAH NW

Committee

5th – 10th June 2010



14.
National Seminar on Education

Participant

15th May 2010



15.
Seminar on Education, “Menata Kembali

Committee

23rd January 2010




Pendidikan







16.
Training of Tutor (TOT) for English

Participant

24th January 2010



17.
Leadership and Management Organization

Committee

24th April 2010



































18.
Student Induction of Hamzanwadi Univ.
Committee
14th -18th Augustus 2009



19.
English Training
Participant
10th Feb – 10th Mar 2009



20.
National Seminar on Education
Participant
24th June 2009



21.
DIKLUSEMAS Computer Training
Participant
26th July 2008



22.
Internet Training
Participant
14th – 25th July 2008



23.
Islamic Basic Studies Training
Participant
18th – 20th October 2008



24.
Launching Book and National Seminar
Participant
29th July 2008



25.
Pasang Bongkar Tenda (PBT) Competition
Participant
10th October 2004



26.
LOKET PRAJA VI Competition all over NTB
Participant
20th – 26th July 2003




Province





27.
Leadership and Management Organization
Participant
25th – 27th Augustus 2003




Workshop




PUBLICATIONS

No
Title

Conference

Note



Education and Social

The 8th International Conference on




1.

Lesson Study (ICLS) 14th – 16th September

On publishing


Responsibility







2017, Lombok, Indonesia





Analysis of Principal

The 1st International Conference on




2.
Perception of Their Roles as

Research of Educational Administration

Will be presented on


School Leader in Relation to

and Management (ICREAM), October 17th,

October 2017



School Effectiveness

2017 in Bandung, Indonesia




















Untuk Lebih jelasnya bisa di cek disini (karena da bebera slide yang belum ditampilkan)
VISI MISI ZAINUL YASNI


Untuk CV lengkap bisa cek disini CV ZAINUL YASNI