Sabtu, 10 Desember 2016

PENYAMPAIAN VISI MISI CALON KOORDINATOR AWARDEE LPDP NTB



PENYAMPAIAN VISI MISI CALON KOORDINATOR AWARDEE LPDP NTB
(Moderator: Murdiah Lombok )

Untuk melanjutkan estpet kepemimpinan Awardee LPDP NTB maka pada malam Jum’at, 09 Desember 2016, telah diadakan penyampaian visi dan misi oleh Calon Koordinator Awardee (No. 1 Ilham Handika dan No. 2 Muhamad Ramli) yang dilanjutkan dengan diskusi. Gelar acara ini dilakukan mulai pukul 20.00 WIB sampai dengan 22.30 WIB, dipandu oleh Moderator, Saudara Murdiah Lombok (Mahasiswa Pascasarjana Kimia UGM, PK 79).
Dengan maksud agar semua jalannya diskusi yang telah dilaksanakan dapat dibaca oleh semua awardee NTB, maka berikut kami rangkumkan jalannya diskusi.

20.00 WIB KESEMPATAN PERTAMA UNTUK SAUDARA ILHAM HANDIKA 

Visi: Menjadikan ikatan Awardee LPDP NTB sebagai forum komunikasi dan konsolidasi antar Awardee LPDP NTB berdasarkan nilai-nilai SASAMBO.
Misi :
1. Melaksanakan kegiatan kegiatan yg menunjang akademik dan non akademik Awardee LPDP NTB.
2. Memperkuat ikatan antar Awardee LPDP NTB agar mampu bersinergi membangun NTB.
3. Membuka jaringan/networking kepada semua pihak untuk kemajuan Awardee LPDP NTB.

Pertanyaan dari saudari Lili Asmawati
Pak Ilham apa tindakan yg saudara tempuh jika menghadapi kasus seprti pengurus sekarang karena di PHP.in oleh PEMDA setempat trkait fana bantuan kegiatan? #jika pak Ilham nanti terpilih sebagai koordianator awardee NTB nantinya
Bung Ilham : Terkait masalah pendanaan dalam setiap kegiatan Awardee LPDP NTB mendatang maka yg paling mendasar adalah masalah perencanaan kegiatan yg berupa penyusunan Rencana anggaran biaya. Rencana yg disusun harus seefisien dan seefektif mungkin dgn mempertimbangkan sumber-sumber pendanaan yg jelas termasuk kemungkinan yg akan terjadi. Saya pikir banyak sumber pendanaan yang bisa dicari oleh pengurus nantinya. Meminjam istilah Hillary Clinton #StrongerTogether


Pertanyaan Dari Bung Cahyadin Mustamin
Awardee NTB tdk seperti awardee Jogja, Malang, Makassar,dll yg berada d satu tempat & dapat merencakan kegiatn bersama melalui tatap muka. Sedangkan Awardee NTB tersebar di banyak daerah/kota. Seperti saat ini Ketuanya di Jogja, Ketua Bidang ada juga di tempat lain. Gimna ini Mas Ilham mensinergikan keadaan yg seperti ini & merealisasikan misi 1, 2 & 3 tsb??? Apa itu akan berarti kepengurusan inti bisa tersebar di banyak tempt atau hanya biro sebagai koordinasi saja.
Bung Ilham : Ini merupakan keniscayaan untuk kita dan tidak bisa kita hindari bahwa sebaran Awardee LPDP NTB, bahkan banyak juga yang di luar negeri. Terkait masalah sinergi, kedepan saya memiliki program kerja yaitu membentuk biro Awardee tiap kota-kota yg fungsinya sebagai koordinator  agar informasi dapat tersampaikan dengan baik. Iya itu sebagai fungsi koordinasi agar informasi kegiatan bisa tersampaikan dengan baik.

Pertanyaan dari Bung J Rizki Pratama
Sy ingin bertanya, terkait status abang sebgai mahasiswa S3, apakah anda benar-benar siap untuk memegang tanggung jawab sebagai kordinator di tengah kesibukan akademik? Kira2 apa keunggulan abang dan kekurangan abang mengenai status abang itu?? Trmksh
Bung Ilham : Ketika sya menyatakan siap maju menjadi calon koordinator Awardee LPDP NTB maka sya siap dgn segala konsekuensi yg ada. Untuk menyeimbangkan akademik dan non akademik maka disni lah diperlukan manajemen waktu yg baik dan tepat agar setiap kegiatan Awardee bisa berjalan dengan lancar dan akademik pun bisa terjaga dgn baik.

Pertanyaan dari Saudai Nur’aini Fikri
Sy ingin bertanya ttg point 2 dr apa yg sdra sdh paparkan. Begini... Bbrp saat lalu sy mndpat chat dr bbrp anggota group kita terkaid dengan iuran, baik yg bernada positif atau negatif jd pertanyaannya.
1. Menurut sdra perlukah iuran dlm anggota kita d group ini?
2. Bgaimana menginkat keluarga kita ini agar solid dan kuat? Krn dr chat yg masuk ke saya ad bbrp awardee yg mngatakan " saya tdk kenal sdra " padahl sy tau no dan nmx dr group ini dan hal ini mmbuat sy sedih˺
3. Kedepannya apa yg sdr bisa tawarkan untuk memperbaiki sistem group kita agar setiap yg masuk dsini bisa nyaman, merasa memiliki dan tentusaja merasa punya keluarga yg tidak memberatkan.

Bung Ilham : 1. Perlu
2. Ini masalah koordinasi dan komunikasi. Jika terpilih sbg koordinator nanti, saya bersama pengurus akan melaksanakan sosialisasi kepada seluruh Awardee menggunakan berbagai macam media yg ada. Pengurus nanti harus pro aktif menjemput bola.
3. Untuk meningkatkan ikatan kekeluargaan antar sesama Awardee maka yg pertama adalah kita sesama Awardee harus memiliki frekuensi pemikiran yg sma, kita adalah keluarga besar, sakit dan susah bersama sama2, tidak ada ekslusivitas antar sesama kita.


Pertanyaan dari Bung Furkan
1. Berapa Jumlah Awardee NTB program doktor dan magister, bidang apasaja?
2. Jika pak ilham di pilih program apa yang menyentuh langsung warga NTB yang berada di NTB
3. Jika pak ilham di pilih bagaimana model komunikasi yang akan di bangun oleh pak ilham sehigga semua awardee bisa terangkul dalam satu wadah awardee LPDP NTB ini?
4. Jika pak ilham di pilih langkah dan pola komunikasi apa yang di lakukan   sama pak ilham  dalam hal ruang komunikasi awardee dengan Instansi yang ada di NTB?
5. Jika pak ilham di pilih bersediakah pak ilham melegalkan awardee LDPP NTB ini menjadi organisasi yang berlandaskan AD/ART?
6. Jika Pak ilham di pilih siapkah pak ilham, kita ketahui kita punya awardee punya desa mitra tapi belum kita lihat nyata sumbangsi kita terhadap desa mitra nah jika pak ilham di pilih apa rencana jangka pendek dalam satu tahun kemudian apa rencana jangka panjang dalam 3 tahun untuk desa mitra kita

Bung Ilham  : 1. Sya kira untuk jawabannya kita bisa cek bersama sama di data base Awardee LPDP NTB.
2. Insyaallah program yang akan kita usung bersama,
a. Gerakan Sunatan Massal utk anak-anak daerah terpencil.
b. Pembagian alat pertanian utk petani, salah satu langkah revitalisasi pertanian di NTB.
c. Lobi ke LPDP melalui Dana Rehabilitasi Pendidikan untuk sekolah filial di daerah terpencil di NTB.
3. Tadi sya sudah jawab di pertanyaan Cahyadin.
4. Perlu diketahui banyak dari Awardee yg berasal dari instansi pemerintahan. Ini menjadi modal besar kita menjalin kerja sama.
5. Bersedia selama itu membawa kebaikan bagi Awardee LPDP NTB.
6. Untuk desa mitra saya akan melanjutkan dgn beberapa perbaikan dan sinergi antar berbagai pihak. Kita harus melakukan evaluasi agar setiap program yg sudah dilaksanakan bisa kita ketehui sudah sejauh mana dan bisa kita tentukan rencana selanjutnya.


21.15 WIB KESEMPATAN UNTUK MUHAMMAD RAMLI


Visi
Membangun SUPER TEAM awardee LPDP NTB dalam peningkatan peran strategis awardee untuk tercapainya NTB yang religious, berbudaya dan berdaya saing.

Melihat jumlah awardee NTB yang tembus jumlah ±150 orang yang tersebar di seluruh Indonesia bahkan sampai ke Luar Negeri. Kuantitas yang tersebar ini tidak menutup kemungkinan adanya masalah dalam mengakomodirnya jika tidak dikoordinir dengan baik. Inilah alas an pertama kenapa kata “super team” menjadi hal yang mendasar dari kepengurusan kami satu tahun mendatang. Secara literal makna dari super team itu sendiri, kami menginginkan, dengan penyebaran awardee diberabagai tempat ini tidak membuat kita merasa jauh antara satu sama lain karena keberadaan kita dalam satu team, yang memiliki tujuan, harapan, dan cita-cita yang sama.
Mengambil filosofis sapu lidi, ketika sapu lidi masih bercecer, ia tidak akan bisa digunakan untuk menggiring sampah sedikitpun namun jika lidi tersebut diikat misalkan sampai satu genggam, sebanyak apapun sampah akan mampu digring. Filosofi tersebut menggambarkan kepada kita bahwa berada dalam satu team akan mampu mensuplai kekuatan yang mungkin saja melebihi dari apa yang terbayangkan. Begitupun dengan awardee NTB yang tersebar ini, kita akan memperoleh keberhasilanyang besar jika kita bisa mensinergikan segala kompetensi yang kita miliki. Sinergitas antar disiplin ilmu yang sedang didalami oleh awardee LPDP ini diharapkan mampu memberikan warna baru bagi perubahan Bangsa dan Negara secara umum dan NTB secara khusus, terutma sekali untuk mewujudkan apa yang menjadi visi NTB yakni menjadi provinsi yang religious, berbudaya dan berdaya saing.
Poin utama yang menjadi hal mendasar dari visi tersebut menurut saya adalh pada poin “berdaya saing”, sementara yang lain bisa terbangun secara alami dalam kehidupan masyarakat itu sendiri. Berdaya saing tersirat makna mayarakat/ generasi yang memiliki kualitas tinggi (maaf saya tidak tahu indikatornya) dalam segala bidang. Cita-cita ini tentunya akan dapat terwujud ketika ada perkembangan yang sejalan antara pendidikan, ekonomi  dan kesejahteraan masyarakatnya. Kita sebagai generasi yang diberikan kesempatan untuk mengenyam pendidikan yang lebih tinggi. Melalui wadah forum awardee ini, kita ingin berupaya memberikan ikhtiar nyata dalam berpartisipasi aktif membangun provinsi NTB bersama pihak pemerintah setempat dengan semboyan SUPER TEAM (Smart, Useful, Powerful, Empowering, Relationship, Treating, Earthing, Action, & Managing) masing-masing tercermin secara berturut-turut pada misi misi berikut.
1.    Penguatan mutu SDM berbasis soft skill dan life skill* (smart)
Proses ini sejatinya terjadi secara sendirinya melalui proses kependidikan yang sedang kita sama-sama lalui, namun  melalui forum awardee ini kami akan tetap menghidupkan diskusi antar rumpun disiplin ilmu baik secara online ataupun offline. Ini dirasa penting untuk terus dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan wawasan keilmuan awrdee NTB.
2.    Meningkatkan daya kritis dan tanggap awardee NTB terhadap pemecahan masalah-masalah kedaerahan baik dalam bidang pendidikan, sosial, ekonomi maupun budaya.* (useful)
Kita memang berharap bahwa ilmu yang telah kita peroleh baik melalui aktivitas formal maupun nonformal dapat diaplikasikan lansung untuk kemajuan daerah. Hal yang kemudian dapat dilakukan sebagai masyarakat akademis adalah menuangkan pikiran terhadap penyelesaian masalah secara tertulis berupa mini research terkait masalah2 kedaerahan.
3.    Mempererat soliditas internal awardee NTB* (powerful)
Banyak kepala lebih baik dari satu kepala”, hal ini mutlak dibutuhkan jika kita menginginkan kekuatan. Seprti yang telah disebutkan pada rasionalisasi visi diatas bahwa keberadaan awardee NTB memang tersebar di beberapa Daerah sehingga upaya yang harus dilakukan adalah memperbanyak komunikasi dan silaturrahmi baik on-air maupu off-air. Kongkritnya, kita memang perlu membentuk forum-forum ragional di masingmasing daerah dan mengadakan pertemuan secara berkala.
4.    Pemberdayaan kapasitas diri (self-capacity) awardee NTB dalam meningkatkan pengalaman berbasis direct sharing.* (empowering)
Awardee LPDP sejatinya dipersiapkan sebagai pemimpin masa depan, hal ini tentunya mendorong untuk lebih banyak meningkatkan karakter diri yang tentunya bisa dilakukan melalui kegiatan nonakademik. Pemberdayaan ini bisa saja dilakukan dengan memberikan kesempatan kepada teman-teman kita untuk melakukan sharing tentang LPDP di beberapa kampus yang ada di NTB, mungkin saja bisa dipetakan layaknya awardee goes to campus.
5.    Mendorong terbentuknya kerjasama awardee atau LPDP bersama PEMDA-PEMDA di NTB* (relationship)
Mengingat PEMDA yang sudah melakukan kerjasa sama dengan LPDP adalah PEMDA KLU, ini memberikan sinyal baik kepada PEMDA yang lain juga untuk melakukan kerjasa sama dengan LPDP sebagaimana harapan dari pihak LPDP. Maka peran yang bisa kita ambil adalah sebagai penyambung komunikasi antara LPDP dengan PEMDA-PEMDA yang ada di NTB untuk mempermudah proses kerjasama. Pengupayaan adanya perlakuan yang berkelanjutan* (sustainable)
6.    Terhadap program-program awardee NTB baik yang sudah dilaksanakan maupun yang masih dalam perencanaan.* (treating)
Hal penting yang harus ada dalam suatu organisasi atau lembaga adalah bukan hanya berhasil menggagas sebuah program, namun yang paling penting adalah bisa melakukan program yang berkelanjutan. Seperti misalnya desa binaan yang sudah dibentuk di KLU harus tetap menjadi perhatian kita bersama karena bisa saja desa ini kita bisa jadikan sebagai desa percontohan untuk pengabidan nyata awadee di daerah masing-masing.
7.    Memberikan penekanan pada program-program yang bersifat aplikatif* (earthing)
Prinsip perencanaan program adalah berdasarkan pada real context di daerah yang tentunya dapat kita realisasikan bersama.
8.    Mendorong untuk adanya realisasi terhadap setiap program-program yang telah direncakan* (action)
9.    Memberikan penekanan pada pengelolaan yang baik terhadap segala potensi yang ada baik berupa SDM maupun SDA rovinsi NTB.* (managing)..


Pertanyaan dari Saudari R. Sukarni
Saya merasa antar awardee NTB masih renggang ya.... Contoh kegiatan besar qt(simposium) masih bnyak yg tdk tanggap... Bagaimana mmbangun ikatan emotional qt dilingkup awardee ntb????

Bung Ramli : Pada poin 3 telah disebutkan terkit dengan bagaimana membangun soliditas awardee yg tersebar di berbagai daerah. Hal inilah yg menurut sy penting untuk pertama kali dibangun yakni adanya komunikasi yg  massif dengn semua awardee, bisa dilakukan dengan komunikasi secara online maupun offline. Kita mungkin mengetahui pola kepemimpinan Rasul yg sangat ingklusif, satu haditspun yg keluar dr Rasul luput dr pendengaran para sahabatnya. Oh iya, itu kan zaman Rasul tempatnya di satu daerah.. Ok, hidup di zaman sekrng ini tdk ada alasan utk tidk diketahui sedikitpun apa yg ingin disampaikn.
Kongkritnya (biar ndk kepnjangn)
Ke depan, sama dg apa yg disampaikn pak Ilhan tadi bahwa pembntukn forum awardee NTB di masing2 daerah perlu digalakkan dengan catatan komunikasi ke daerah tersebut juga akan tetap dijalin. Sehingga kedepan, kita sama sama berkomitmen bahwa tidak ada satu informsipun terlewatkan dr awardee itu sendiri. Walaupun ada yg mengatakb _silent reading_, tapi dengan pendktn ingklusif hal ini bisa diakomodir...

Pertanyaan dari J Rizki Pratama
Pertnyaan sy simple bang ramli,, kmrn kn abang sbnrnya tdk bersedia dcalonkan..tp tb2 brubah pkiran lg..nah kira2 apa yg mmbuat bang ramli brubah pkiran..terimakasih̘ ̘ ̘

Bung Ramli : Saya sangat suka pertanyaan pak Rizki.. *to the point aja nggih*
Pertama; sy ingin mencoba menghargai sudara kita yg telh memberikan kepercayaan kepada sy utk dicalonkan, karena setelh sy menyatkn ketidak siapan itu (faktor keterburu buruan) sy merasa telah menodai kepercayaan saudar kita itu.
Kedua; saya melihat bnyak hal yg bisa kita perbuat utk NTB melalui awardee ini, jika sy hanya bisa mengkritisi sj, knp tdk kita lakukan saja. Menurut sy, wacana tanpa aksi sama halnya dg nol besar itu artinya mimpi di siang bolong..
Ketiga; merasa bertanggunh jawab saja atas kemajuan bersama. Kira kira begitu jawaban sy pak Rizki.

Pertanyaan dari Bung Anang
Assalamu'alaikum, terimakasih ats ksmpatannya, semoga sehat smua. Bung Ramli, mohon anda paparkan kiat ap yg akan anda lakukan agar ilmu yg para Awardee LPDP asal NTB, dapatkan benar2 teraplikasi untuk NTB. Melihat banyak kasus trjadi bahwa ad Awardee yg tdk kembali k daerah bahkan stay abroad(untk LN) *smoga tidak ad asal NTB
 ˎ
Bung Ramli : Wa'alaikumussalam wrwb.. Terimksh bnyak pertanyaan pak Anang, ini memang realita yg terjdi, tapi semoga tidak terjadi utk awardee NTB karena memang kontrak kita yg utama adalh siap mengabdi utk Negeri setelah selesai studi. (Kasus stay broad ya) Tapi kalau stay di daerah lain selain tempat asal sy kira ini tidak ada masalah karena memabngun negeri tdk mesti di daerah sendiri. Ok, maslh pertnyaan bagaimana mengaplikasikn ilmu. Pada poin 2 (useful) & 4 (empowering). Kita upayakn ada mediasi bersama pihak PEMDA terkait maslah yg dihadapi atau kebutuhan yg butuhkn. Hubungannya dg maslah yg dihadapi, kita bisa menawarkan reseat yg mungkin bisa kita lkukan utk menemukan jalan keluar dr maslah tersebut. Dengan demikian, ilmu yg dimiliki akan bisa terimplemntasi secara lnsung. Hubungannya dg kebutuhan, kita kemudian bisa memperdayakan awardee yg sdh selesi tersebut dg syarat ada relevansi keilmuannya dg kebuthn tersebut. (mata garuda juga sdh menfasilitasi) Kira kira ini jwabn subjektifitas sy pak Anang.

Pertanyaan dari Saudari Nur’aini Fikri
1. Kedepannya perlukah kita ada BA (Buku Angkatan) sehingga ad arsip dan kebakuan identitas?
2. Bgaimana sdra bisa menampung aspirasi dan ide cemerlang dr awardee kita? Khususnya jika sdh berdiskusi di group, sepertix hilang kendali, lalu idex jd mnguap, hilang.

Bung Ramli: Ini pertanyaan yg sangat menarik menurut sy dan bahkan sy pernh terpikir. Terimkash bnyak Bu Nur'aini Fikri..
1. Pada poin 2 sebnarnya mengarah ke sana juga, salh satu cara memperkuat soliditas awardee adlh dg pendataan yg valid. Hal ini bisa dilakukan dengan mengadkn pembukuan awardee yg akan memudhkn kita memetakn soft skill yg dimiliki oleh awardee (smart), sehingga akan memudhkn kita utk memperdayakan mereka ketika kita butuh (empowring).
2. Sadar atau tidak sadar, diskusi di group awardee NTB memang sgt hidup namun sering tdk terkoordnir sehingga terkesan debat kusir, padahal kalau dituangkn atau diarsipkan dengan baik, maka kita bisa menjadikn sebgi artikel atau buku kompilasi idea idea. Kedepn, ini memng harus benar benar diperhatikan..Demikian Bu

Terimkasih banyak kepda semua partisipasi teman2 yg baik. Sy juga minta maaf karen keterbatasn waktu yg diberikan, banyak pertanyaan ataupun kritikan yg tdk bs sy terima secar lansung. Tapi jika mau bertanya secara lansung, bisa japri saya. Terakhir, sy sadar betul bhw sy memiliki banyak kekurangan. Melalui forum yg mulia ini sy ingin menyampaikan kepda teman2, tolong jangan memilih karena modal kita saling kenal tapi silahkan lebih objektif memilih.
Sy sampaikn banyak terimkash kepda pak Murdiah yg telah menghandle jalannya diskusi ini.

Demikian jalannya diskusi sebagai salah satu ragkaian acara dalam pemilihan Koordinator Awardee LPDP NTB. Semoga dengan pemaparan yang telah dijabarkan oleh kedua kandidat dapat diterima denga jelas, namun bila ada hal-hal yang perlu didiskusikan atau masukan-masukan berupa ide yang konstruktif bisa langsung berkomunikasi dengan kandidat yang dimaksud. Semangat dan kompak selalu. Tanpa kerja sama,  kelompok hanyalah buih. Tanpa kerja sama, kelompok tak berarti. Semoga kita semakin kompak dan benar-benar bersinergi membangun Indonesia, yang kita ikhtiarkan dari Daerah kita tercinta, tanah kelahiran kita. NUSA TENGGARA BARAT.

0 komentar:

Posting Komentar