Kamis, 27 April 2017

Ringkasan Diskusi Online #2 LPDP NTB

Rangkuman Diskusi Online #2. “Kebijakan Transportasi di Indonesia”
Tanggal, 22 April 2017. Pukul 19.30 sampai 22.40



Karna sudah masuk waktunya, izinkan saya sebagai moderator membuka Diksusi malam ini….
Agenda 1. Pembukaan
Bismillah… Assalamualaikum..wr..wb… Semoga warga Awardee LPDP NTB dalam keadaan sehat sejahtera..
Rundown Diskusi: (90 menit)
*Pembukaan oleh moderator
*CV Pemateri
*Overview Materi (singkat)
*Diskusi
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
*Kami harapkan tenang selama diskusi berlangsung
*Penanya akan kami persilahkan (sebutkan nama & kampus)
*Penanya bisa memberikan feedback atas jawaban dari pemateri
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Agenda 2. CV Pemateri
Nama : Supiandi, SE., M.Ec.Dev
Alamat : Dasan Gerung, Desa Tirtanadi, Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur, NTB
Pekerjaan : Chief Strategic Officer Dashboard Ekonomi Kerakyatan, Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM.
Organisasi:
 Pimpinan Umum Jurnal Ilmu Ekonomi (Pangsa), Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Gadjah Mada, 2011.
 Koordinator Mahasiswa dan Siswa Anti Korupsi Indonesia (MAHASAKSI ID), 2012.
 Bendahara Umum Future Leader Party (FLP) UGM, 2013.
 Founder dan CEO Berugak Lombok (www.berugaklombok.com), 2015-Sekarang.
Publikasi :
 Supiandi. 2016. The Investment Impacts of Fishery towards the Indonesia Economy: Social Accounting Matrix (SAM) Approach.
 Supiandi. 2014. Green Tourism. Master of Economics Development Magazine. July 2014, pp 26-29.
 Supiandi. 2014. Stress Test on Syariah Banking System: Period 2007:M1-2013:M8.
 Supiandi. 2012. Logical National Budget for Corruption Elimination Cost in Indonesia. Bulaksumur Empat. Yogyakarta.
 Supiandi, Febriyadi and Erdyas. 2011. Green Economy Implementation in Sustainable Developments in Indonesia: Green Rural Concept. Mucomindo Jaya Cemerlang. Economics Journal, Period 16/XII/2011, pp 17-26.
 Supiandi, Putri and Adhani. 2011. Methods of Revealed Symmetric Comparative Advantage and Revealed Comparative Advantage in Economical Policy Decisions to Face ACFTA. UNS.
 Supiandi. 2011. Food Tenacity and Poverty Decline. Faculty of Agriculture UGM.
 Supiandi, Nurkamil and Anisha. 2011. Increasing Productivity and Rendemen Sugar Plant Basic Commodity in National Sugar Industrial Revitalisation. LPPM UGM.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Agenda 3. Pengantar Materi
Silahkan Pak Andi, memberikan pengantar.
Terimakasih temen2 awardee LPDP NTB, pak moderator yang saya hormati. Asslamualaikumwarahmatullah. Diskusi kali ini kita akan membahas kebijakan transportasi di Indonesia.
Saya akan buka secara singkat, dan nanti kita akan diskusikan secara detail dan santai (materi ini potongan dari presentasi saya di kampus, mohon maaf belum saya edit dengan baik).
Secara umum transportasi di Indonesia dibagi menjadi 3 jenis. yaitu darat, air dan udara.
Kita muali dari darat (jalan raya, bawah tanah dan kreta gantung) dan kreta api.
Slide 1. Masalah transportasi di darat secara umum di indonesia yaitu kondisi jalan yang masih buruk (mengurangi kecepatan, kemacetan dan berakibat pada waktu yang terbuang di jalan cukup banyak). Sedangkan di rel kreta apai, permasalahan kita yaitu jaringan kereta yang masih kurang (tidak sebanding dengan jumlah populasi penduduk), kereta api kita memiliki kecepatan yang sangat rendah dan juga kemacetan di kota-kota besar disebabkan oleh kepemilikan kendaraan pribadi yang snagat banyak.
Slide 2. Kita bisa melihat jumlah penjualan moda kendaraan (motor,mobil dkk) beriringan dengan peningkatan kemacetan di jalan raya. Semakin banyak jumlah kendaraan, kemacetan semakin parah.
Slide 3. Kemacetan yang paing parah di Indonesia yaitu di Pulau jawa, sehingga untuk kedepan dibutuhkan perencanaan yang betul-betul baik. Untuk NTB, alhamdulillah tidak semacet di Jawa (Akan tetapi kita harus waspada terhadap pertumbuhan jumlah wisatawan yang tinggi akan menyebabkan kemacetan juga, nanti kita fikirkan bersama solusinya agar wisatawan tetap berkunjung dengan nyaman).
Slide 4. Pemerintah melalui RPJM sudah menyusun beberapa agenda di sektor transportasi. Khusunya di darat dibangun tol2 di pulau besar (sudah berjalan) dan akan dibangun fasilitas pendukung lainnya.
Sedangkan untuk kereta api, pemerintah sedang membangun jaringan yang baru dan beberapa jalur lama di hidupkan kembali. Kenyamanan di kereta api sudah membaik, namun yang masih menjadi catatan adalah kecepatan dan ketersediaan yang perlu di tingkatkan. Data statistik menunjukkan kualitas jalan di Indonesia masih buruk, khusunya di wilayah pedesaan. Buruknya kualitas jalan ini menyebabkan mahalnya biaya logistik ke pedesaan, sehingga jika permasalhan ini tidak diatasi maka kesenjangan pembangunan desa-kota akan semakin tinggi.
Slide 6. Data tol yang sudah beroperasi dan yang sedang dibangun. Akan tetapi lokasinya masih berpusat di jawa dan Sumatera
Slide7. Rincian trans Sumatera
Sekarang kita beralih ke Pelabuhan dan Bandara
Slide 8. Permasalahan pelabuhan kita sampai saat ini adalah dwelling time yang tinggi, sehingga kita tidak bisa bersaing dengan pelabuhan negara tetangga seperti Singapore dan Malaysia. Selanjutnya, teknologi yang ada di pelabuhan kita masih menggunakan teknologi lama dan dalam kapasitas yang kecil. Sedangkan transportasi Udara. Masalah kita adalah keamanan yang snagat rendah, sehingga maskapai-maskapai Indonesia belum bisa bersaing di tingkat internasional (kecuali Garuda). Selanjutnya, kapasitas bandara. Beberapa bandara di Indonesia sudah melebihi kapasitasnya (dikarenakan jumlah mobilitas penduduk ke daerah lain snagat tinggi), PR pemerintah dan kita semua.
Slide 9. Perbandingan kualitas infratsruktur Indonesia dengan negara tetangga. Rata-rata kita masih sangat rendah, perlu terobosan dan anggaran yang besar jika kita ingin mengejar ketertinggalan.
Slide 10. Perbandingan biaya pengiriman barang menggunakan kapal (Warna hijau itu biaya dan garis itu jarak). Meskipun jarak antar daerah di Indonesia cukup rendah, tetapi biayanya sangat tinggi. Berbeda sekali dengan pengiriman ke Luar Negeri, jarak jauh biayanya rendah. Inilah salah satu kenapa Indonesia di banjiri barang impor
Slide 11. Dlam RPJMN pemerintah sudah banyak mengagendakan pembangunan di pelabuhan.
Slide 12. Maritime Highway atau yang kita kenal dengan sebutan TOL LAUT. Tol Laut ini menjadi solusi untuk menurunkan perbedaan harga barang di Inonesia Barat dan Timur (skema subsidi). Akan tetapi, ini bagusnya jangka pendek, jika terus-menerus
maka pemerintah akan kekurangan dana untuk subisidi. Di butuhkan pemikiran khusus untuk jangka panjangnya.
Slide 13. Dalam RPJMN pemerintah sudah membangaun bandara baru dan pengambangan bandara untuk memenuhi kapasitas/sesuai dengan jumlah penumpang. Dan secara umum permasalahan kita di sektor transportasi adalah, sumberdaya manusia masih sangat kurang. Sehingga harus ada terobosan khusus dibidang pengembangan sumberdaya manusia ini.
Slide14. Kondisi bandara udara di Indonesia saat ini. Tantangan kedepan: Dana untuk pembangunan infrastruktur yang masih kurang. Ketidakseimbangan moda transportasi, di dominasi oleh jalan raya. Bagusnya kita berfikir untuk menggunakan jalur laut. Infrastruktur yang tidak kompetitive menyebabkan tingginya biaya melakukan bisnis di Indonesia.
Kira-kira seperti itu Pak Moderator
Terimakasih banyak
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Penanya 1. Azkia Rostiani (UI)
1) Tadi kan dikatakan kita kekurangan dana, nah kemarin kan Pak Jokowi sudah meminjam sekitr 600an T dari China untuk pembangunna infrastruktur, apakah itu tidak cukup?
2) Apakah pembangunaan LRT di Jakarta basa menjadi salah satu solusi transportasi Jakarta?
Jawaban :
Diskusi dengan Mbk Azkia. Ada banyak skema yang bisa dilakukan oleh pemerintah untuk memenuhi kekurangan pembiayaan infrastruktur. Salah satunya adalah pinjaman. Menurut saya 600 T belum cukup jika ingin melakukan pembangunan secara meneyuluruh di Indonesia. Tapi jika untuk mencapai pembangunan priortitas, itu sudah cukup saat ini. Yang penting kita awasi saat ini adalah dana 600T digunakan secara tepat (sasaran). LRT adalah salah satu langkah strategis untuk mengurangi kemacetan di Jakarta, seharusnya pembangunan LRT dan sejenisnya sudah dilakukan dari dulu.
Sebagai komparasi, di Belgia sistem transportasinya cukup bagus, ada Metro untuk transportasi bawah tanah, tram dan bus untuk di jalan raya dan beberapa tempat menggunakan kereta gantung (lokasi wisata).
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Penanya 2. Asror UGM
1. Menurut saya masalah utama dari Kebijakan Transportasi di Indonesia adalah pada manusianya, bukan pada infrastruktur.
Lazimnya masalah transportasi muncul dan terpusat di kota-kota besar, hal tersebut terjadi karena kota menjadi pusat perkembangan ekonomi sehingga masyarakat menjadi tersedot menuju kota. Hal inilah yang kemudian memunculkan masalah kemacetan. Ironisnya pemecahan masalah yang dilakukan hanya terkait perluasan infrastruktur, rekayasa lalu lintas dsb. Tapi tidak pernah menyentuh akar masalah, yakni semakin menumpuknya manusia-manusia dikota.
Semakin jalan tol dibangun semakin panjang untuk mengurai kemacetan tetap saja penuh oleh pengguna jalan yang juga semakin banyak. Logikanya mereka semakin dimanja dengan pembangunan infrastruktur yang terpusat, sehingga tidak ada persebaran yang merata. Sehingga masalah tetap saja muncul.
Kota sebagai pusat masalah transportasi selalu dimanja dengan berbagai macam solusi, sementara desa dibiarkan dalam kondisi infrastruktur transportasi yang tidak memadai.
Jadi bagaimana persoalan mendasar tranportasi yang muncul dari manusianya bisa di solusikan, agar ketimpangan pembangunan Kota dan Desa bisa terselesaikan?
2. Salah satu permasalahan umum terkait pembangunan infrastruktur adalah munculnya orang-orang proyek, menurut bahasa Ahmad Tohari, orang-orang proyek dikenal oleh masyarakat sebagai tukang suap, tukang kongkalikong, dan orang yang cari untung dari proyek infrastruktur transportasi. Dan korban kegilaan mereka adalah masyarakat umum, karena mutu dari pembangunan infrastruktur transportasi tidak berkualitas dan umur pendek. Orang-orang proyek tersebutlah yang menjadi rayap kayu, rayap besi, rayap beton, rayap aspal, dll. Sehingga seberapapun dana pengembangan infrastruktur tidak akan pernah cukup. Bagaimana langkah meminimalisir munculnya orang-orang proyek dalam kebijakan transportasi?
3. (Khusus NTB)
Salah satu masalah kita adalah kurangnya akses transportasi umum ke wilayah destinasi wisata, sehingga wisatawan sulit menjangkau lokasi tersebut, terutama untuk backpacker. Kira2 bagaimana itu bisa di akomodir?
Jawaban
1. Kebijakan transportasi bisa kita gunakan untuk menggeser manusia dari kota ke desa. Langkahnya bisa dengan menggunakan teori grafitasi (diciptakan sumber-sumber penarik di desa) lengkap dengan berbagai fasilitasnya. Skemanya dengan menciptakan pertumbuhan di desa akan menarik orang untuk pindah, sedangkan di perkotaan di buat skema yang menyebabkan orang berfikir dua kali untuk tinggal di kota. Contoh di beberapa kota besar di Eropa ada pajak bahan bakar untuk kendaraan, biaya parkir yang tinggi dll (orang tidak betah tinggal di kota). Tentu
langkah ini banyak kekuarangan, aplagi kalo di Indo, mmoral hazardnya sangat tinggi. Tapi menarik untuk di coba.
2. Akan selalu ada mental orang-orang proyek. Solusi yang bisa dilakukan yaitu pengendalian secara menyeluruh di semua lini yang dimulai dari perencanaan sampai infrastruktur tersebut jadi. Misal saat perencanaan yang akan digunakan batu jenis A, harus ada badan atau orang yang memiliki komitment untuk mengecek batu yang dipakai itu A dstrsnya. Tapi kalo menurut saya pribadi, banyak kita yang masih kurang faham antara hak dan kewajiban sehingga perilaku menyimpnag selalu muncul, atau bahkan banyak manusia yang lebih mengutamakan sifat keserakahan daripada sifat keTuhanan. Saya pernah ikut diskusi, salah satu cara yang bagus untuk mengurangi perilaku koruptif adalah mengikuti ajaran-ajaran sufi, hehehe.
3. Point 3 ini adalah masalah yang sering di bahas bersama temen-teman pegiat pariwisata NTB. Akses menuju desa wisata masih belum bagus. Solusinya menurut saya. 1. Pemerintah daerah (penganggaran dari APBD dll). 2. Menggunakan dana dari pemilik objek wisata jika itu privat. 3. Menggunakan CSR dari perusahaan yang ada di NTB. 4 Swadaya masyarakat setempat 5. Dana Internasional.
Pananya : Terima Kasih jawabannya,, Semoga para awardee juga segera balik selesai studi, agar tidak menambah kemacetan kota. Jogja pun sekarang mulai rasa Jakarta,,haha
Pemateri : Jogja serasa Jakarta sejak tahun 2013 ke atas mas. Dulu UGM ernah uat kebijakan bahwa maba tidak boleh membawa kendaraan, tapi ternyata tidak berhasil.
Penanya : Kasus paling sering muncul memang pada perencanaan, tender dsb,. Bagaimana proses perencanaan pembangunan infrastruktur di LN dibandingkan dengan Inddonesia?
Pemateri : Kalo yang saya alami disini, perencanaannya lintas bidang. Contoh untuk pelabuhan, yang perencanaan orang ekonomi (pasar dll), desainnya orang tehnik, setelah itu diserahkan ke dewan di kota setempat, kemudian ada Uji publik juga. Jadi berkali-kali di Uji. Oya, yang paling penting juga kalo membuat projek disini dibuat permodelan. Jadi dari permodelan itu diketahui pasti jumlah dana dll nya. Sehingga peluang untuk mark up itu tidak ada.
Tambahan: Bulan lalu, saya ketemu dengan orang Belanda, dia menawarkan projek untuk membuat pelabuhan kecil di salah satu titik di pulau jawa (tujuannya untuk langsung ekspor produk perikanan dan pertanian ke Korea, Jepang dan China). Lalu dia ngeluh tumpang tindih peraturan untuk investasi infrastruktur. Sepertinya banyak tugas yang harus diselesaikan bersama kedepannya.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Penanya 3. Fachruddin
Menarik pemaparan dari pemateri tentang transportasi di Indonesia. To The point saja memang permasalahan transportasi di Indonesia sangatlah kompleks bagaimana setiap hari di media baik cetak atau elektronik yang menjadi salah satu pemberitaan adalah masalah transportasi, bagaimana dari kemacetan di kota seperti Jakarta, Surabay, Bogor dan kota2 besar lainnya sehingga menimbulkan konflik. Bagaimana kita lihat Bogor yang dikenal dengan kota dengan angkotnya yang luar biasa super macetnya sehingga menimbulkan konflik di kalangan sopir angkot dengan sopir mode transportasi lainnya dan sekarang lagi ngetren dengan kendaraan mode online yang lagi ngetren dan menimbulkan masalah juga baik itu mode online dan manual.
Pertanyaannya adalah ;
1. Bagaimana solusi dari permasalahan kemacetan seperti kota Bogor bagaimana mengatasinya? Layakkah diberlakukannya aturan genap dan ganjil ? Khususnya Bogor dan Jakarta dengan luar biasa macetnya.
2. Bagaimana peraturan atau kebijakan mode transportasi dengan sistem online? Sudah tepatkah? Disisi lain menimbulkan gejolak dan konflik.
3. Khusus NTB sekarang sudah diberlakukannya transportasi umum kalau tidak salah sekarang di kota Mataram sudah ada sehingga memberikan kemudahan bagi beberapa kalangan tetapi disisi lain harus diperhatikan juga bagaimana transportasi umum lainnya seperti "engkel" yang akan memberikan dampak juga bagi transportasi lainnya. ? Kenapa mode transportasi umum ini tidak diberlakukan ke seluruh Lombok saja? Thanks.
Jawaban
Terimakasih bos saya, komentar secara umum dulu sebelum ke yang spesifik. Saat ini transportasi di Indonesia sedang mengalami transisi, kalo bahasa gaulnya sedang mencari jati diri/masa pubernya.
Point 1. Kota Bogor dan kota besar lainnya, mau tidak mau harus menyediakan transportasi masal/publik yang nyaman dan murah. Aturan genap dan ganjil hanya salah satu cara dan tidak akan bisa menyelesaikan secara utuh dan dalam jangka panjang. Jangka panjang solusinya masyarakat dipaksa untuk menggunakan transportasi publik/massal.
Langkah dasar untuk bisa menyiapkan transportasi publik yang sesuai dengan kebutuhan warga. 1. pemerintah harus memiliki data per individu (pola transportasinya: kerja dimana, suka berpergian kemana (belanja-makan dll) 2. Dengan mengetahui data per individu, maka akan dengan mudah menghadirkan rute yang
sesuai dengan kebutuhan warga. Kritik kita saat ini, kenapa orang memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi karena kendaraan umum tidak menjawab kebutuhan pribadi. Sedangkan bagaimana kita menyikapi banyaknya angkot, ojek dll yang akan mati jika transportasi publik hadir. Jawababnnya, rangkul mereka secara perlahan-lahan ke dalam sistem yang kita buat. Tentu akan ada konflik, tapi kita harus bisa mengelola konflik yang ada ke arah yang positif (caranya mungkin bang Asror bisa menjelaskan secara sosiologisnya).
Point 2. Transportasi online, karena saat ini Indonesia masih dalam masa transisi. Dari segi konsumen: transportasi online bagusnya terus ada dan transportasi konvensional juga terus ada. Biarkan penumpang yang memilih sesuai dengan selera, inilah prinsip bisnis yang sehat. Bisnis yang sehat itu konsumen mencari surplus sebanyak-banyaknya. Akan tetapi yang terjadi konflik, oleh karena itu pemerintah harus memberikan intervensi karena pasar sudah mengalami kegagalan. Intervensi dilakukan dengan mempertemukan online dan konvensional dengan tidak memihak, kalo saya lebih setuju jika pemerintah mendorong adanya kolaborasi antara yang online dengan konvensional, seperti yang dilakukan oleh gojek dan bluebird (mohon koreksi kalo salah). Kesimpulannya, konvensional menjalin kerjasama dengan online.
Tapi jika kendaraan masal sudah selesai, jika belum bisa kerjasama maka konflik anatara konvensional dan online akan berhenti karena konsumen akan memilih menggunakan transportasi masal.
Point 3. Di NTB, khusunya di mataram sudah ada trans, berita yang saya dengar tidak berjalan dengan baik karena sosialisasi kurang, halte tidak representatif. Menurut saya pribadi, trans belum bisa di operasionalkan secara menyeluruh di Lombok, karena pasarnya masih sangat sedikit, belum memenuhi economies of scale dan akan menyebabkan biaya operasionalnya sangat tinggi. Untuk analisis mendalam mengenai penerapan trans di Lombok, kita harus tau berapabanyak orang yang bolak-balik Lotim-Mataram dan kita juga harus memiliki data perilaku masing-masing orang lombok dalam menggunakan mode transportasi. Misal ada yang nyaman pakai motor atau becak, kalo pakai bus ada yang muntah juga (kelihatan saya dari desa banget ini) hehehe
Sudah cukup pak moderator, kita tunggu tanggapan dari bos pahru.
Penanya 4. Erma (ITB)
1. Terkait transportasi air. Potensi untuk jenis trasportasi ini bagus sekali. Dalam hal ini saya menyinggung tentang transportasi air melalui sungai. Ketika dulu mendengar tentang Kali Jangkok yang akan dikembangkan wisata dan transportasi sungainya, saya membayangkan Indonesia, khususnya NTB seperti negara negara Eropa yang maju pesat transportasi airnya. Pengiriman barang barang melalui
sungai (Jika kondisi sungai terjaga dan stabil) tentu bisa mengurangi masalah kemacetan yang ada. Menurut Pak Andi, bagaimana potensi transportasi air (sungai) di Indonesia untuk dikembangkan? Berapa periode pemerintahan yang diperlukan dari perencanaan sampai pada pelaksanaannya? Terimakasih.
Jawaban
Menarik sekali pertanyaannya mbak Erma dari ITB. Data yang kami punya, salah satu mode transportasi yang paling murah di Eropa adalah barge/kapal tongkang. Kapal ini bisa muat dengan kapasitas yang lebih besar dan tentunya ramah lingkungan.
Benar sekali, keuntungannya bisa mengurangi beban kemacetan di jalan raya. Di Indonesia yang sudah berhasil yaitu Kalimanatan dan pulau Sumatera. Bagaimana potensinya di Indonesia, potensinya sangat besar. Untuk membuat air sungai jadi lebih tenang, bisa dilakukan dengan membuat kunci-kunci aliran air sungai. NTB, Koko Jangkuk itu punya potensi besar untuk dijadikan objek wisata dan untuk transportasi. Akan tetapi dibutuhkan pengerukan dibeberapa titik saja. Pulang besok ini saya ada rencana ke sana sama temen untuk analisis kemungkinannya. Semoga bisa bareng-bareng dengan awardee yang lain nanti. Hehehe
Kira-kira begitu pak moderator
Tambahan, Ini kanal yang berfungsi sebagai jalur transportasi di Belgia
Contoh kanal di Amsterdam
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Penanya 5. Al Furkan (Unhas)
Terimakasih moderator yang terhormat. Saya mungkin karena sering lihat dokumen kajian lingkungan ynag begitu kompleks kajiannya. Sederhananya mungkin pertanyaan saya adalah ada tidak kajian detail kajian jika beberapa terobosan2 itu di terapkan di Indonesia, akan membantu masyarakat secara ekonomi khususnya.
Jawaban
Untuk meghitung dampak atau manfaat ekonomi dari pembangunan infrastruktur sektor transportasi bisa dilihat jangka pendek dan panjangnya. Kalo jangka pendeknya langsung berpengaruh terhadap pengeluaran individu, untuk jangka panjang berpengaruh terhadap PDB atau pertumbuhan ekonomi di daerah/negara tersebut. Kalo untuk kajian lingkungan, biasanya akan lebih fokus ke lingkungannya saja, misal bagaimana dampak lingkungan jika proyek ini jalan (polusi dll).
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Penanya 6. Ayudiah (Airlangga)
Terimakasih atas kesempatan yg diberikan…
Saya ingin menanyakan tentang keterkaitan sarana transportasi dengan kondisi kesehatan di indonesia. Beberapa waktu lalu pernah diskusi singkat dengan teman2 perawat dan bidan di daerah terpencil dan yg ikut program nusantara sehat, salah satu faktor penyebab tingginya angka kematian ibu/ anak di daerah tersebut adalah keteterlamban untuk merujuk ke pusat-pusat pelayanan kesehatan, atau petugas kesehatan terlambat memberikan pertolongan karena kendala akses transportasi, sejauh ini di indonesia apakah ada upaya atau program khusus pemerintah yg concern trhadap transportasi untuk kesehatan? selama ini kita hanya mengandalkan ambulance, tapi ketersediaannya juga sangat terbatas.
Jawaban
Terimakasih pertanyaannya Mbak Ayudiah. Itu adalah salah satu dampak dari buruk nya sistem transportasi, khususnya jalan raya. Setau saya solusi yang ditawarkan oleh pemerintah melalui penyediaan ambulance keliling (yang jumlahnya sangat terbatas). Solusi kedepan pemerintah bisa melakukan kerjasama dengan lembaga internasional/CSR untuk pengadaan/penambahan ambulance. Seperti yang dilakukan oleh Bupati Bantaeng. Ini juga jadi salah satu peluang bagi para starup jika ingin mengembangkan bisnis ini, bagaimana menghadirkan pelayanan kesehatan yang dokter langsung ke rumah-rumah. Kira-kira begitu
Penanya : Terimakasih atas jawabannya. Semoga penyediaan transportasi untuk akses kesehatan khususnya di daerah terpencil lebih diperhatikan lagi, karena menyangkut keselamatan dan nyawa manusia, sehingga urgent untuk diprioritaskan.
Closing Statement Pemateri
Sektor transportasi di Indonesia sedang mengalami transisi, kedepan akan banyak konflik horizontal ataupun vertikal. Kita sebagai akademisi hendaknya memberikan pandangan-pandangan positif.
#semoga yang masih jomblo segera menemukan pasangan biar ggak kalah sama truck yang gandengan.
Agenda 5. Penutup
Terima kasih banyak kepada pak Supiandi yang sudah meluangkan waktunya cukup lama (19.30 – 22.35). Semoga diberi kemudahan dan kelancaran dalam studi dan urusannya. Kepada teman2 yang telah berpartisipasi baik yang bertanya maupun yang
memantau dan silent reader, terimakasih semuanya. Semoga mengambil manfaat dari diskusi malam ini. Kurang lebihnya, mohon maaf. Wassalam dan mimpi indah.
Sampai jumpa pada diskusi selanjutnya.

➖➖➖➖➖➖➖
Ikuti akun Awardee LPDP NTB:
🖥 FB : Awardee LPDP NTB
🔮 IG : lpdp_ntb
🐧Owl Post : @lpdp_ntb
🌐 web : www.lpdpntb.com
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

0 komentar:

Posting Komentar