Minggu, 26 November 2017

BEKERJA BERSAMA, Zainul Yasni (Calon Ketua Mata Garuda NTB Nomor Urut 2)

BEKERJA BERSAMA, Zainul Yasni (Calon Ketua Mata Garuda NTB Nomor Urut 2)

Diskusi program kerja dan visi misi calon ketua MG NTB memasuki malam kedua dipandu oleh modertaor Muhammad jamiluddin Nur. Diskusi malam 26 November 2017 pukul 19.30 WIB diisi oleh saudara Zainul Yasni, calon ketua MG NTB nomer Urut 2. Berikut kami rangkum jalannya diskusi.

Diskusi Program Kerja dan Visi Misi
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuhSelamat malam. Semoga semua sehat selalu dan dalam keadaan baik-baik saja. Saya Zainul Yasni, alumni Queen’s University Belfast  UK, dengan ngambil konsentrasi Educational Leadership. Saat ini saya maju sebagai salah satu calon Ketua Mata Garuda NTB nomor urut 2. Alhamdulillah, bersyukur bisa terlibat dalam rangka mengikhtiarkan MG NTB menuju organisasi yang lebih baik agar kontribusinya semakin luas.
Saya punya impian dan harapan untuk bersama-sama membawa MG NTB ini untuk terus meningkatkan peran dan kontribusinya dalam pembangunan. Jika nanti setelah saya menyampaikan visi misi saya, dan temen-teman punya VISI dan harapan yang sama dengan saya, mari beri dukungan itu dan kita sama-sama wujudkan impian itu dengan aksi nyata.
Dan setidaknya ada 6 poin utama yang kami tarik kesimpulannya secara umum dari sekian masukan-masukan yang ada;
1. Pertama, MG NTB organisasi yang masih baru, perlu fondasi organisasi yang kuat dengan tata kelola yang rapi. Disadari karena ini masih dalam tahap awal, maka penguatan internal organisasi itu sangat penting. Pondasinya harus kuat. Mulai dari tata kelola administrasi hingga tata kelola sumber dayanya.
2. Kedua, masih dirasakannya kesenjangan antar identitas (the hidden gap). Di MG NTB ini, kita terkumpul dengan identitas yang berbeda2. Identitas yang saya maksud adalah identitas yang melekat pada masing-masing diri kita. Identitas secara kesukuan, ada Sasak Samawa, Mbojo; identitas strata pendidikan, ada S2 dan S3 bahkan ada yang sudah alumni; identitas background kelimuan, ada rumpun ilmu Pendidikan, Sosial, Sains, Kesehatan; juga background kampus asal, dll. Semua ini masih belum maksimal dikolaborasikan dan tersinergi dengan baik karena bedanya karakter dari masing-masing identitas tersebut.
3. Potensi para awardee yang belum maksimal terakomodir: Bayangkan sekitar 400an awardee asal NTB berdasarkan data dari LPDP. Potensi ini belum terpetakan dan terakomodir dengan baik. Juga belum terberdayakan dengan maksimal. Sehingga, potensi yang sebenarnya besar itu jadi belum kelihatan impact-nya. Masih jalan sendiri-sendiri, tidak terakomodir.
4. Pergerakan MG NTB yang belum massif dan merata di setiap kabupaten/ kota: NTB ini bukan hanya kabupaten-kabupaten di pulau Lombok saja, tapi ada juga kabupaten-kabupaten di pulau Sumbawa. Peran dan pergerakan MG NTB harus masif dan merata jika kita berbicara tentang pembangunan.
5. Pengabdian masyarakat yang belum berkelanjutan: Pengabdian kepada masyarakat kita masih seringkali dadakan, misal penggalangan donasi utk korban bencana atau donasi-donasi untuk bantuan lainnya, dll. Kegiatan sosial yang sustainable (berkelanjutan) itu yang belum kita miliki. Pernah LPDP NTB punya desa binaan pada masanya pak Syahrul dan pak Ilham, tapi itu mandeg karena memang teman-teman awardee masih banyak yang belum selesai studi dan balik ke NTB untuk mengawal kegiatan-kegiatan yang ber-impact sosial di daerah.
6. Belum banyak yang mengetahui eksistensi Mata Garuda NTB: Diakui bahwa keberadaan MG NTB ini belum banyak yang tau karena memang kita masih baru. MG NTB itu adalah perpanjangan tangan LPDP ke daerah. Oleh sebab itu, syiar LPDP ke daerah NTB itu sangat bergantung pada MG NTB. Tidak bisa dipungkiri bahwa kita perlu membumikan LPDP ini ke seantero NTB dengan memunculkan peran para awardeenya menggunakan berbagai cara dan jalan.

Dari analisis masalah tersebut, saya bersama teman-teman merumuskan sebuah Visi, “Mengembangkan MG NTB menuju organisasi yang produktif dan kontributif melalui sinergi lintas identitas”.
Visi ini kami angkat karena kami ingin mengembangkan MG NTB ini dan dikenal oleh banyak orang melalui karya-karya dan bakti para awardee-nya yang tersinergi dengan inklusivitas yang tinggi tanpa mengedepankan ego identitasnya. Nilai yang kami bawa adalah “Kebersamaan, Kontributif, dan Bermakna”. Ketiga nilai ini dapat dianalogikakan seperti “PANCAINDRA”, yang dimana untuk bisa memaknai kehidupan secara utuh, pancaindra tersebut harus bekerja dan berkontribusi secara bersama-sama walaupun dengan cara dan jalan yang berbeda. Jika ada indra yang kurang, indra yang lainnya bisa mem-back up.
Juga, dalam filosofi yang lain bahwa dengan “Kebersamaan”, insyaAllah, apapun itu akan jauh terasa lebih ringan untuk terselesaikan. Tidak bernafsi-nafsi, tidak jalan sendiri-sendiri. Sementara, Nilai “Kontributif” berarti bahwa siapapun kita, apapun jurusan dan latar belakang kita, apapn prestasi kita, pada akhirnya kita harus memberikan pengabdian dan kontribusi kita untuk daerah dan Indonesia.. Adapun nilai “Bermakna”, mengisyaratkan bahwa segala yang kita rencanakan dan lakukan harus memiliki manfaat dan nilai, termasuk bernilai ibadah kepada Allah. Rugi kita kalau Cuma dapet lelahnya doang, bernilai dunia tapi gak terhitung ibadah disisi Tuhan.
Nah, derivasi dari VISI tersebut, kami menyusun beberapa MISI yang ingin kita selesaikan, berdasarkan analisis temuan masalah diatas.
Misi:
1. Menyempurnakan tata kelola organisasi MG NTB menuju organisasi yang lebih profesional, efektif dan efisien.
2. Memperkuat budaya kekeluargaan, kolaborasi dan sinergi lintas identitas antar awardee LPDP dalam membangun NTB dan Indonesia.
3. Memaksimalkan potensi dan kontribusi inspiratif awardee LPDP NTB dalam setiap program kerja MG NTB.
4. Menjalin kerjasama eksternal yang tidak mengikat dengan Instansi Pendidikan, Pemerintahan, Perusahaan, dan pihak eksternal lainnya.
5. Melakukan pengabdian kepada masyarakat untuk memberi manfaat dan membuat perubahan untuk sesama.
6. Memperluas syiar dan memperkuat branding MG NTB dengan pemanfaatan media dan teknologi secara efektif.
Dari VISI MISI inilah selanjutnya kami menyusun beberapa program kerja strategis.
Proker untuk Misi Pertama, tentang “Menyempurnakan tata kelola organisasi MG NTB menuju organisasi yang lebih profesional, efektif dan efisien.”
1. Menyusun Road Map MG NTB
Mendesain roadmap 5 tahunan MG NTB (2018-2022) untuk memastikan arah pembangunan organisasi beserta kontribusinya secara sustainable di masa depan. Kita berbicara visi, kita berbicara arah organisasi. Kita menginisiasi roadmap ini agar pengurus ke depannya memiliki gambaran dalam menyusun visi misi dan program kerja, sehingga regenerasi pun akan terbangun secara berkelanjutan. Roadmap ini akan menjadi pengukuran awal sebenarnya sejauh mana kita bisa melangkah untuk beberapa tahun ke depannya. Bagaimana rencana realisasinya?
a. Membentuk tim penyusun Road Map MG NTB
b. Merumuskan masalah dan prioritas masalah baik internal organisasi maupun untuk NTB secara keseluruhan.
c. Menyusun milestone dan solusi menuju target roadmap.
2. Penertiban data, sistem administrasi dan kesekretariatan MG NTB
Jantung sebuah organisasi terletak pada pengelolaan data, sistem administrasi dan kesekretariatannya. Kita ketahui bahwa tidak ada yang bisa diwariskan selain dokumen yang rapi dan tertib, “everything must be well documented”.
3. Pembentukan MG Kabupaten/ Kota
Setelah tata kelola administrasi MG NTB rapi, langkah selanjutnya adalah tata kelola sumber dayanya dengan membentuk MG Kabupaten/ Kota. Tentu dengan mempertimbangkan kesiapan para awardee daerah itu sendiri. Tujuannya, permasalahan di kabupaten biasanya teman-teman di kabupaten itulah yang lebih paham permasalahan yang ada dan lebh mudah untuk memetakan siapa diantara teman-teman se-kabupatennya yang bisa diandalkan untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Untuk mengukur MISI ini sukses atau tidak indikatornya seperti ini:
1. Terbentuknya “Desain Roadmap” yang ter-fixasi untuk dijalankan oleh kepengurusan2 berikutnya.
2. Terbentuknya struktur organisasi, pengurus inti, dan divisi-divisi serta penanggung jawabnya yang akan menjadi tombak pergerakan MG NTB
3. Terbentuknya sistem penjaringan database awardee NTB yang rapi melalui pemanfaatan website.
4. Tersusunnya AD/ART organisasi MG NTB dan MG Kabupaten/ Kota, dan terdokumentasi dengan baik
5. Hubungan keluar dilakukan dengan surat menyurat resmi yang dikeluarkan MG NTB
6. Terbentuknya MG NTB kabupaten/kota di 10 kabupaten/ kota se-NTB selama dalam masa periode kepengurusan.
7. Pelaporan LPJ (Laporan Pertanggungjawaban) ke MG Pusat sebagai bentuk tanggungjawab struktural

Proker untuk MISI KEDUA, “Memperkuat budaya kekeluargaan, kolaborasi dan sinergi lintas identitas antar awardee LPDP dalam membangun NTB dan Indonesia.”
1. Satu Jam Lebih Dekat
Kegiatan ini berbentuk perkenalan masing-masing awardee secara bergiliran melalui grup WA dengan cara yang menyenangkan dalam durasi 1 jam saja 2 kali seminggu. Tujuannya untuk lebih merekatkan kedekatan dan kekeluargaan sesama insan MG NTB. Kita akui, dari semua anggota grup ini, kita tidak mengenal semua dari mereka. Barangkali ini juga jadi sebab kenapa kita sulit berkolaborasi dan bersinergi selama ini. Tak kenal, maka kenalan. Siapa tau ada yang ketemu jodohnya kan. Hehee...
2. Team Building Bareng
Dalam rangka merekatkan rasa kekeluargaan, memperkuat kolaborasi dan meningkatkan sinergi antar awardee, kami berencana untuk mengadakan Team Building Bareng dimana teman-teman MG NTB bonding berkumpul mengadakan kegiatan bersama entah dalam bentuk camping bareng atau out bond bareng yang menyenangkan.
Indikator Keberhasilan MISI ini dilihat dari, setidaknya:
1. Minimal 80% anggota MG NTB telah melakukan perkenalan melalui program satu jam lebih dekat.
2. Terlaksananya minimal 1 kali team building MG NTB dalam sekali kepengurusan

Proker untuk MISI Ketiga adalah
1. Ploting MG NTB
Setelah database terkumpul lengkap dengan background kelimuannya, kami akan mem-ploting para awardee sesuai dengan potensinya sesuai dengan area of interest-nya. Yang Pendidikan, bisa difasilitasi dengan sesama Pendidikannya; yang Kesehatan, bisa difasilitasi dengan teman-teman yang sama di kesehatan, dll. Untuk membuat satu perubahan bagi masyarakat.
2. MG Coaching
Memfasilitasi Pelatihan untuk pengembangan sumberdaya MG NTB tentang hal2 yang dibutuhkan oleh para Awardee NTB. Misal, pelatihan pengambangan diri dan karir. Bisa dilakukan dengan cara coaching langsung maupun coaching online dengan mengundang pembicara2 baik dari internal MG NTB dan MG Pusat, ataupun dari pihak lain yang expert dalam bidang tersebut.
3. Forum Kajian Strategis (FORKAGIS)
Adalah satu forum yang memberikan kesempatan insan MG NTB maupun pihak luar yang inspiratif untuk menjadi pembicara untuk topik-topik strategis pembangunan NTB. Misal, tentang isu sustainabilitas pengelolaan Wisata Halal di NTB. Forkagis ini bisa dilakukan melalui forum Online (melalui WA atau Webinar) maupun forum langsung.
4. MG Menginspirasi
Jika ada istilah Kelas Inspirasi, maka disini ada MG Menginspirasi dimana teman-teman awardee turun ke masyarakat melakukan sesuatu atau menjadi pembicara2 untuk menginspirasi anak2, pemuda/i, atau masyarakat NTB bahwa setiap mereka bisa berprestasi dan berkembang seperti yang lainnya. MG Menginspirasi ini juga bisa dalam bentuk tulisan atau wawancara kesuksesan Awardee NTB yang selanjutnya dari hasil wawancara dan tulisan tersebut di posting dan di Share melalui SocMEdnya MG NTB untuk menginspirasi.
5. Menginisiasi terbentuknya Badan Otonom MG NTB
Program kerja ini dihajatkan untuk membuat sayap organisasi MG NTB seperti Lembaga Riset MG NTB. Mengapa menjadi Badan Otonom, ini supaya bisa berkelanjutan dan tidak bergantung pada kepengurusan yang terus berganti2 di setiap periodenya.
Untuk mengukur Indikator Keberhasilan dari MISI Ketiga ini, dilihat dari hal sebagai berikut:
1. Terpilih penanggung jawab dari setiap cluster keilmuan dan wilayah di MG NTB
2. Setidaknya terlaksana 1 kali MG Coaching Langsung dan Online dalam masa jabatan untuk meningkatkan potensi dan membangun kapasitas insan MG NTB.
3. Terlaksananya setidaknya 10 sharing inspiratif baik langsung maupun online.

Proker MISI KEEMPAT tentang “Menjalin Kerjasama Eksternal yang tidak mengikat dengan Instansi Pendidikan, Pemerintahan, Perusahaan, dan pihak eksternal lainnya.”
1. ROADSHOW MG NTB
Melakukan roadshow ke setiap kabupaten/kota se-NTB sekaligus untuk memperkenalkan MG NTB kepada pemerintah, perusahaan, dan pihak eksternal lainnya.
2. KOLABORASI EKSTERNAL
Mengumpulkan link perusahaan/instansi yang memungkinkan untuk berkolaborasi dengan MG NTB. Selanjutnya, menghubungi dan membuka peluang kerjasama bagi perusahaan/ instansi di NTB. Tidak bisa dipungkiri bahwa untuk membangun kita perlu membuka diri untuk bergandengan dengan pihak2 eksternal yang memiliki visi yang sama dengan MG NTB.
Indikator keberhasilan dari MISI keempat ini, sebagai berikut:
1. Telah terbentuk MoU atau MoA antara MG NTB dengan minimal 6 kabupaten/ kota di NTB.
2. Terjalinnya minimal 1 kerjasama dengan perusahaan/ instansi yang dapat menguntungkan bagi MG NTB baik secara kontribusi maupun materi.

Proker untuk MISI Kelima, yaitu “Melakukan pengabdian kepada masyarakat untuk memberi manfaat dan membuat perubahan untuk sesama.”
1. MG Membangun (Desa Binaan)
Menjadi sebuah keniscayaan bagi setiap awardee untuk kembali membangun daerahnya. Dan untuk membangun, kita mesti mulai dari simpul terkuat bangsa ini, yaitu DESA. Sebelumnya, pernah diinisiasi namun mandeg. Maka dari itu, menjadi sebuah tantangan tersendiri untuk kembali mengadakan proker ini. Step2 caranya adalah:
a. Membuat tim khusus untuk memilih dan memilah salah satu desa potensial yang dapat dijadikan sebagai desa binaan secara berkelanjutan
b. Melakukan community analysis tentang situasi dan kebutuhan desa tersebut serta sumber daya yang bisa kita berikan
c. Melakukan proses birokrasi dengan pejabat dan tokoh setempat, serta sosialisasi program ke masyarakat
d. Melaksanakan program sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat
e. Menginisiasi pemberdayaan masyarakat baik secara ekonomi maupun sosial, untuk mewujudkan masyarakat yang berkembang secara mandiri
f. Melakukan monitoring dan evaluasi
2. MG Berbagi
Selain membangun, masyarakat juga membutuhkan penyelesaian masalah jangka pendek. Oleh karena itu, akan dilaksanakan proyek sosial yang menjadi solusi langsung dari permasalahan yang ada. Contohnya seperti, program 1000 sepatu, 1000 buku, dll.
3. MG Tanggap
NTB sebagai provinsi kepulauan dengan geografisnya termasuk provinsi yang rawan terkena bencana alam. Dengan begitu, kita berkewajiban memberikan kontribusi dalam membantu korban2 bencana secara tanggap. Dan untuk hal ini, kita sudah berpengalaman menjalankan itu.
Indikator Keberhasilan dari MISI Kelima ini, yaitu:
1. Terpilihnya desa binaan MG NTB baik di pulau Lombok maupun Sumbawa
2. Terlaksananya minimal 2 proyek sosial untuk masyarakat
3. MG NTB turut berkontribusi pada setiap bencana yang terjadi di NTB

Proker untuk MISI Terakhir, yaitu: “Memperluas syiar dan memperkuat branding MG NTB dengan pemanfaatan media dan teknologi secara efektif.”
1. Branding MG NTB
Karena kita baru, kita perlu memperkenalkan eksistensi MG NTB ke publik secara massif dengan branding yang khas. Caranya:
a. Di awal kepengurusan, perangkat branding disusun terlebih dahulu oleh divisi Media dan IT seperti template header dan footer dari poster, warna-warna yang menjadi khas MG NTB dan perangkat design lainnya.
b. Pada satu minggu kepengurusan pertama, setiap anggota MG NTB menggunakan twibbon MG NTB pada profile picture di media sosial untuk mensosialisasikan eksistensi dari MG NTB yang baru terbangun.
c. Mengadakan Roadshow dan sosialisasi ke setiap kabupaten/kota
2. MG Online
Publikasi-publikasi program melalui pemanfaatan teknologi secara efektif. MG Online mengaktifkan kembali media sosial (FB, Fanspage, Twitter, IG, Youtube Channel, dan Website) yang dimiliki oleh MG NTB. Setiap program kerja yang telah dilaksanakan harus didokumentasikan dengan baik dan dipublikasikan melalui media sosial atau website MG NTB dengan caption yang inspiratif untuk menciptakan kepengurusan yang transparan.
3. MG Ambassador
Awardee dan Alumni bisa membawa nama MG NTB dimanapun berada. Setiap anggota MG NTB dapat menjadi duta MG NTB pada setiap acara baik dalam skala nasional maupun internasional. Juga, insan MG NTB akan didelegasikan secara resmi oleh MG NTB dalam membantu sosialisasi Beasiswa LPDP. Sasarannya adalah pelajar dan mahasiswa di almamater atau daerah asal masing-masing. Sederhananya, setiap awardee yang pulang kampung bisa meluangkan waktu menjadi nara sumber di almamaternya atas permintaan penyelenggara
Indikator Keberhasilan MISI KEENAM ini bisa kita ukur dari:
1. Terbentuk perangkat branding yang baik dari segi design publikasi, tagline, dan penuansaan.
2. Setiap program MG NTB dapat dishare melalui website atau media sosial lainnya
3. Terdapat 10 event yang diwakilkan dengan MG AMBASSADOR

Adapun DIVISI yang akan dibentuk dalam kepengurusan nanti untuk menunjang diantaranya:
1. Administrasi dan Pendataan
2. Pengabdian masyarakat
3. Potensi Minat Bakat
4. Hubungan Eksternal
5. Internal
6. Media dan IT
7. Divisi Keuangan, dipimpin oleh bendahara langsung

Tanya Jawab Program Kerja dan Visi Misi
#Pertanyaan dari saudara Bukhori
Tanya: Pak yasni mengatakan bahwa akan membentuk MG Kabupaten/Kota,  program ini sama seperti yang disampaikan oleh calon nomor 1 (Kalau tidak Khilaf) . dalam pandangan saya, akan mudah membentuk MG kabupaten/Kota tersebut. pertanyaan saya adalah langkah-langkah apa yang selanjutnya saudara lakukan, MG Kabupaten/kota tersebut terbetentuk.?

Jawab : MG NTB Kabupaten/Kota. Stepnya seperti ini:
1. Memilih penanggung jawab dari setiap MG Kabupaten/kota yang dibentuk (koordinatornya)
2. Setiap MG Kabupaten/kota menganalisis masalah, situasi, dan potensi yang ada di daerahnya masing-masing
3. Mendorong mereka utk menjalin MoU dengan pemerintah setempat dan membantu menjadi penghubung dengan tokoh-tokoh setempat
4. Perancangan dan pelaksaan program sebagai solusi masing-masing kabupaten/kota dengan sumber daya yang dimiliki MG NTB untuk menyelesaikannya
5. Menjadi duta MG NTB pada event di daerahnya masing-masing (MG AMBASSADOR)
6. Kami akan membantu mensukseskan program MG Kabupaten seperti kerjasama dengan perusahaan/instansi setempat,
7. Mengevaluasi kontribusi MG NTB di masing-masing kabupaten/kota
Kira-kira seperti itu peran MG NTB nantinya utk MG Kabupaten Kota. Jika sekiranya ada tambahan dan masukan dari teman-teman nantinya, tentu akan sangat membantu saya untuk mensukseskan MG Kabupaten kota setalh terbentuk nanti.

#Pertanyaan dari saudari Rini (Bendahara Umum MG NTB saat ini)
Tanya: Saya selama hampir setahun ini diamanahkan sebagai bendahara MG NTB, dan kita telah banyak kontribusi dalam kegiatan-kegiatan sosial untuk ikut membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah. Pertanyaannya bagaimana saudara yasni menjamin bahwa kegiatan-kegiatan tersebut akan tetap berjalan?
Jawab: Kita punya Program Kerja "MG Tanggap", pada misi kelima. ini tujuannya untuk memberikan bantuan secara tanggap ketika terjadi bencana. Kerjasama dgn PMI setempat disamping kita juga memberikan bantuan dari donasi yang kita punya. Kita sudah berpengalaman dalam menjalankan ini

Tanya: Menurut saudara. Pentingkah di berlakukannya keuangan internal? Dalam hal ini adalah iuran wajib, sedang seperti yang kita tau dalam keluarga kita ini hampir berjumlah 400.an orang dengan keadaan yang heterogen, baik bagi mereka yang kuliah ongoing di DL dan LN, masih PB, sedang PK, masih nganggur nunggu waktu kuliah bahkan yang alumni., pwrtanyaanyya. Bagaiman sdr bisa meyakinkan ke mereka bahwa iuran itu penting dan dengan cara apa?
Jawab: Kita akui bahwa latar belakang kita berbeda, dan saya tidak ingin kita bergantung sepenuhnya pada iuran saja. walau tetap iuran itu penting dan sifatnya sukarela dgn standar minimum.  Maka, dari itu kita perlu adakan kerjasama dgn pihak luar.  untuk nombokin iuran itu. Untuk mengajak teman-teman dalam melihat iuran itu penting, maka transparansi harus tetap dijunjung tinggi. Iurannya utk apa, dan penggunaannya utk apa secara detail.

Tanya: Terkait dengan menjalin link ke luar khususnya tentang KEUANGAN yang juga dapat membuat MG NTB bisa lebih mandiri. Pertanyaanya Program apa yang bisa ditawarkan keluar? seperti jika kita ingin berkejasama dgn perusahaan, baik daerah atau swasta.
Jawab: Selanjutnya pertanyaan ketiga. Tentang program apa yang perlu ditawarkan. Saya pikir, masih di MISI yang kelima. Ada proker MG Berbagi, juga ada MG Membangun. Perusahaan-perusahaan biasanya punya kwajiban untuk membayar CSR. Dan itu bisa kita grab. Sebab itulah, kerjasama itu penting untuk kita jalin sejak awal dengan pihak luar. Biasanya, anggaran itu dipatok diawal-awal. Tentang penjelasan yang ini. Dan apa yang sudah di jelaskan di paparan jawaban no satu di atas. Apa itu untuk hal tanggap keluar? Bagaimana dengan tanggap kedalamnya? Semisal untuk sesama awardee . Saya pikir untuk teman-teman sesama awardee juga sama. Kita bisa galang dana dan berikan bantuan jika memang membutuhkan seperti kasus dulu yang tertimpa gunung ES di Italy.

#Pertanyaan dari saudara M. Baiul Hak
Tanya: Saya sangat bahagia ada dua insan yang memberanikan diri utk maju mengemban amanah menuju MG NTB SATU. Salah satu dampak dari hal ini adalah adanya polarisasi di tubuh MG NTB; satu mendukung bang Soni dan lainnya mendukung bang Yasni. Jika saudara terpilih, bagaimana langkah konkrit saudara dalam merangkul sahabat yang tdk memilih anda. Dan jika tidak terpilih, bersediakah bang Yasni untuk bergabung seandainya saudara diminta untuk merealisasikan visi-misi yang sangat bagus ini dgn kepemimpinan Soni Ariawan? Bang Yasni sudah memaparkan berbagai proker, lengkap beserta indikatornya. Pertanyaan saya adalah seperti apa log frame M&E (Monitoring dan Evaluasi) yang akan saudara implementasikan dan bagaimana langkah koreksi yang akan diambil apabila capaian tidak sesuai dgn harapan atau timeline programnya mundur dari perencanaan awal?
Jawab: Saya ingin menegaskan bahwa dalam pencalonan ini, saya tidak melihat tentang JABATANNYA. Ini tentang niatan berkontriusi. Saya akan berikan apapun semampu saya. Ini bagian dari pengabdian untuk daerah dan masyarakat.  Jadi, saya berharap ketika pilihan-pilihan kita berbeda, tidak menjadi penyebab utk kita terpecah, terpetak-petak. Justru, saya mengusung nilai kebersamaan. Tanpa memandang latar belakang dan identitas. Apalagi masalah dukungan. Kita mesti saling rangkul. Karena dengan begitu kita bisa membuat perubahan-perubahan besar. Saya tidak memandang apapun, apalagi urusan pendukung atau timses. Untuk pak Soni pun, jika saya terpilih nanti, saya akan menawarkan beliau utk menjadi wakil ketua nanti utk mendampingi saya. Saya tau beliau, saya tau track record.nya. Kapasitas dan kemampuannya dan jika dilihat-lihat, hampir mirip visi misi dan proker kita ini menunjukkan bahwa kita punya semangat yang sama dan melihat msalah yang sama. Untuk teman-teman pendukung, tentu tetap akan saya rangkul. Slema kita punya semangat, dan keinginan yang sama
Bagaimana dengan saya?  Yes, seperti yang saya bilang diatas. Bukan tentang jabatannya. tapi tentang kontribusi. JIkapun saya diminta utk bergabung nanti, insyaAllah akan siap utk membantu semampu saya. Kita harus tetap berbesar hati utk menerima apapun hasilnya pada akhirnya nanti Terkait dengan Proker, ya itu tergantung dari kepngurusan nanti Jika ada diperlukan oleh kepengurusan nanti, ya saya akan ikhtiarkan semampu saya. Saya meyakini, bahwa kedepan nanti, MG NTB ini akan semakin solid dan impactful tentu dengan kolaborasi dan kebersamaan itu
Untuk monitoring dan evaluasi. Intinya, saya menyusun indikator keberhasilan itu justru supaya ada indikator yang kongkrit. Bukan dengan proker yang normatif. Biar lebih terlihat membumi dan aplikatif bahwa itu tu sebenarnya bisa utk kita capai.  Dgn adanya indikator keberhasilan tersebut, kita bisa monitoring dan evaluasi programnya itu sebenarnya udah jalan apa enggak. Progresnya sejauh mana? Jadi patokannya jelas. Evaluasinya jadi gampang. Nanti, dipertengahan masa jabatan, sekaligus adakan kegiatan Team building, disitu kita bisa evaluasi juga apa2 yang sudah kita lakukan dan belum lakukan. Dan, perlu untuk dimaklumi bahwa semua proker ini, masih dalam tahapan konsep. Utk lebih lanjutnya nanti, saya sangat terbuka utk menerima masukan2 dari teman-teman jika ternyata ada yang menurut teman-teman tidak applicable. Juga, saya terbuka nantinya untuk menerima masukan2 dari teman-teman jika ada back up plan, utk plan B dan C nya jika ada yang gak terlaksana.
Pada kepengurusan saya nanti, saya akan menunjuk seseorang dalam kepengurusan inti untuk menjadi quality control, yang memastikan dan menjadi reminder bagi seluruh pengurus mengenai timeline proker jika ada yang ternyata molr dari timeline yang direncanakan.

#Pertanyaan dari saudara M. Nur Fietroh
Tanya: Saya membaca di biodata bung Yasni tertulis bahwa bung menjabat sbg CEO (Chief Executive Officer) di Nathan Institute). Sepemahaman saya, CEO itu adalah top class manager yang mempunyai tanggung jawab sangat besar di dalam sebuah orginasisasi. CEO mempunyai wewenang untuk menentukan keputusan strategis yang krusial bagi hidup dan matinya sebuah organisasi. Lalu bagaimana saudara bisa meyakinkan saya bahwa saydara akan bisa bekerja maksimal jika terpilih sbg ketua MG, sementara saudara bekerja sbg dosen yang punya tanggung jawab berat mengemban Tri Dharma (Mengajar, Meneliti dan Mengabdi kpd masyarakat) di salah satu universitas dan juga merangkap CEO Nathan Institute 2017?
Jawab. Ketua MG Pusat mas Danang Rizki Ginanjar, dia adalah seorang Staf Kementerian di BAPPENAS. Juga sebagai pimpinan di INDI.CO. Dan juga mengisi berbagai kegiatan2 sebagai pemateri di berbagai event. Beliau itu tentu jauh lebih sibuk dari saya. Dan saya yakin bahwa semua ini adalah tentang manajemen waktu. Kebetulan, Nathan Institute itu juga memiliki nilai-nilai yang sama seperti yang saya bawa ke MG NTB. Di Nathan justru sistem kerjanya nyante cuma Weekend aja, Sabtu dan Minggu Dan kita rapatnya lewat online karena pengurusnya tidak cuma di Lombok juga dari luar daerah
Adapun status saya sebagai Dosen, lagi-lagi saya bilang ini adalah tentang manajemen waktu dan prioritas. Toh juga, bukan saya sendirian yang mengurus MG NTB ini nantinya itulah perlunya kenap teman-teman kita ajak bareng-bareng.

#Pertanyaan dari saudara Musahrain
Tanya: Mg NTB ini kan katanya akan membantu perkembangan dan kemajuan NTB di segala bidang. Yang menjadi pertanyaan saya, langkah kongkrir apa yang bisa anda lakukan dlm mengatasi berbagai persoalan pendidikan di NTB. Khusus persoalan-persoalan yang berkaitam dengan siswa. Karena sebagai mana yang kita ketahui akhir-akhir ini sering sekali terjadi hal-hal yang tidak wajar di kalangan siswa,lets say, siswa berciumam didalam kelas, tawuran dll.

Jawab: Wah, ini pertanyaannya hebat nih Disadari, memang permasalah pendidikan di jaman NOW ini sangat kompleks. Tapi, walaupun anak-anak atau generasigenerasi di NTB ini ungkin dilihat kompleks dgn masalah-maslah seperti itu, saya melihat bahwa mereka memiliki potensi-potensi dan harapn yang luar biasa di masa depan hanya saja memang, mereka kurang role model bisa jadi juga karena pengaruh lingkungan dan juga mungkin saja kurang wadah utk mengembangkan diri. Nah, di program MG Menginspirasi disitulah kita bisa utk mempengaruhi mereka utk lebih produktif dan positif Dan juga, kedepan, MG NTB bisa memperbanyak jaringan utk bekerja sama dengan lembaga-lembaga yang konsen dengan pengembangan potensi anak Muda Sperti misalnya, Nathan Institute yang saya bina atau juga Gelora Education Center yang sauda saya Soni  Ariawan bina.

Closing Statement
Well, terima kasih teman-teman sudah berkenan dengan sabar utk mengikuti diskusi ini. Penting agar bisa menilik kualitas calon seperti apa dan akhirnya menjadi pemilih cerdas yang bukan hanya berdasarakan EGO atau sentimen identitas. Dan saya yakin bahwa ke depan kita isa berkolaborasi untuk membuat kekerenan yang hakiki di MG NTB dan tentang visi misi dan proker-proker yang ada, saya tetap terbuka untuk menerima masukan dan saran dari teman-teman. Saya yakin kita punya niatan yang sama utk memajukan MG NTB ini Saya pribadi memberikan kebebasan kepada teman-teman utk memilih siapapun dalm kontestasi ini bahkan kepada timsa saya sendiri. Karena, bagi saya Maju ke pencalonan ini
Saya meniatkan ini sabagai ibadah, insyaAllah. Terima kasih. Salam hangat. Assalaumulaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

0 komentar:

Posting Komentar