Sabtu, 25 November 2017

MATA GARUDA NTB ADALAH RUMAH KITA, SONI ARIAWAN (CALON KETUA MG NTB NOMER URUT 1)

MATA GARUDA NTB ADALAH RUMAH KITA, SONI ARIAWAN
(CALON KETUA MG NTB NOMOR URUT 1)


Pemilihan Ketua Mata Garuda NTB sudah di depan mata. Tim KPU GM NTB memberikan kesempatan untuk calon ketua bersosialisasi dalam rangka menunjukkan program-program strategis yang akan dilaksanakan pada periode mendatang. Sabtu, 25 November 2017 pukul 19.30 WIB telah dilaksanakan diskusi online untuk membahas dan menggali visi misi dan program strategis salah satu calon.
Diskusi malam tadi dipandu oleh saudara Rizal Rahardi. Adalah Soni Ariawan, kandidat calon No. 1, diberikan kesempatan Tim KPU untuk mengisi diskusi.  Diskusi dijadwalkan berlangsung selama 2,5 jam.
Pada kesempatan malam tadi, Soni Ariawan menyampaikan RENSTRA MG NTB berupa visi, misi dan program kerja satu tahun ke depan masa bakti 2017/2018. Beliau mengatakan, meskipun kepengurusan MG NTB memang 1 tahun, tetapi semoga impact dari programnya sepanjang masa.

Berikut Pemaparan dari Calon Ketua MG NTB, Soni Ariawan:
Setelah brainstorming dan berkotemplasi cukup lama, maka saya berkesimpulan bahwa Mata Garuda itu ibarat rumah.
Kenapa rumah? Karena kalau kantor identik dengan stress dan rumah identik dengan tempat paling nyaman untuk melepas stress. Semua kita pasti merindukan rumah dan menjadikannya sebagai tempat ternyaman. Nah, rumah Mata Garuda ini adalah rumah KITA bersama. Kita semua memiliki hak yang sama untuk menjadikannya sebagai tempat berkarya dan berkolaborasi antar sesama dalam rangka mewujudkan sebuah harmoni bersama. JADI, MATA GARUDA NTB ini adalah RUMAH KITA.
Maka visi kami adalah menjadikan MG NTB sebagai Rumah KITA. Adapun VALUE yang akan dijadikan pedoman dalam menjalankan roda organisasi adalah KITA
KITA (Kolaborasi-Inovasi-Transformasi-Aksi)
Kenapa KITA? Karena kalau sendirian butuh tenaga ekstra, maka dengan menjadi KITA, beban yang berat akan terasa ringan karena dikerjakan secara bersama-sama. KITA adalah Kolaborasi, Inovasi, Transformasi dan Aksi. Singkatnya, Mata Garuda NTB adalah rumah tempat kita berkolaborasi dan bersinergi, mengumpulkan potensi yang tersebar dimana-mana menjadi sebuah kekuatan bersama. Di rumah KITA juga akan ada inovasi, kreasi, ide dan gagasan yang akan kita rumuskan bersama. Tidak sampai di situ, inovasi, kreasi, ide dan gagasan tersebut harus ditransformasi menjadi aksi yang lebih riil. Oleh karena itu, aksi menjadi kunci penting apakah kolaborasi kita sudah berhasil atau belum. InsyaAllah, KITA siap untuk beraksi!
Adapun misi KITA adalah:
1. Memperbaiki tata kelola awardee sebagai human capital dengan cara:
- Memperkuat soliditas internal melalui forum-forum akademik dan non akademik baik secara online dan tatap muka (face-to-face meeting).
- Melengkapi dan mengupdate database awardee secara berkesinambungan.
- Merancang peta potensi awardee sesuai bidang keilmuan serta membangun kolaborasi dan sinergisitas antar awardee.
2. Membangun kolaborasi dan sinergi eksternal dengan cara:
- Bekerjasama dengan pemerintah, Institusi strategis, BUMN, BUMD, swasta, LSM, Lembaga Riset, Perguruan Tinggi dan organisasi lain untuk mensinergikan program Mata Garuda sebagai kontribusi kita dalam pembangunan NTB.
- Membangun koordinasi dan jaringan yang kuat dengan Mata Garuda pusat dan Mata Garuda daerah lain.
3. Melakukan aksi sosial sebagai bentuk kontribusi nyata.

Tanya Jawab Visi Misi dan Program Strategis
# Pertanyaan dari saudara Supiandi
Tanya : Masalah klasik yang mungkin berulang-ulang terjadi di MG NTB yaitu kurang optimalnya keterlibatan anggota dalam kegiatan-kegiatan MG NTB. Contoh ketika tim kajian mencari pemateri diskusi online, sulitnya luar biasa. Kira-kira bagaimana solusi yang ingin di tawarkan oleh calon nomor 1 ?
Jawab: Keterlibatan Anggota. Memang ini masalah klasik, tetapi kita tidak bisa menjustifikasi bahwa mereka yang tidak aktif adalah apatis. Dalam hal ini, tentu kita berbaik sangka bahwa teman-teman yang belum terlibat barangkali masih ada kesibukan, atau justru belum merasa butuh dengan keterlibatan tersebut. Dalam diskusi online misalnya. oleh karena itu kita akan buat mereka merasa butuh. Caranya adalah kelola platform secara profesional. Setiap member harus dihimbau agar lebih sering share hal yang informatif dan hal positif lain yang akan membuat member grup merasa butuh. Tentu sepenuhnya tidak bisa dibebankan kepada member, kerna kadang tidak terkontrol. Divisi Media dalam hal ini harus berperan aktif membuat platfom itu menjadi sebuah wadah silaturrahmi online yang nyaman bagi semua.
Tentang kesulitan jadi pemateri. Mungkin kita masih belum maksimal mencari.  Dan tidak usah dicari sebenarnya, ada di sekitar kita kok. Semua member di grup ini kan orang pilihan yang punya potensi masing2. Tinggal kita lobi agar bersedia menjadi pemateri, dengan sedikit rayuan atas dasar kita sama-smaa belajar. Karena kadang kita tidak PD untuk jadi pemateri. Tetapi tugas kitalah untuk saling meyakinkan bahwa setiap awardee itu istimewa.

Tanya : Basis masa MG NTB banyak yg sedang di luar NTB, bagaimana langkah strategis calon nomor 1 untuk menarik agar anggota MG bisa berkontribusi langsung di NTB. NTB butuh KITA !!!
Jawab: Benar bahwa SDM NTB khususnya awardee masih banyak domisili di luar NTB. Pengabdian itu tak melulu tentang harus hadir secara zahir. Kita masih bisa mengajak mereka berdialektika lewat diskusi2 online dsb, seraya merumuskan konsep kontribusi untuk NTB. Intinya, boleh saja kita berada di luar NTB, asalkan jiwa dan pemikiran kita masih setia untuk NTB

# Pertanyaan dari saudara Henry Surendra

Tanya: KITA (Kolaborasi-Inovasi-Transformasi-Aksi) ini sebenarnya diperoleh dari mengadopsi sebuah teori/kerangka berfikir tertentu (teori dr Professor X misalnya) ataukah memang murni ide dari bang Soni selaku calon MG NTB 1? Mohon penjelasan terkait ini.
Jawab: Sebenarnya, iseng saja merangkai huruf demi huruf agar tercipta satu abrevasi yang bernilai kuat dan setiap hurufnya merepresentasikan cara pandang kita terhadap MG NTB. Maka terbentuklah kata KITA. Harapannya Kolaborasi-Inovasi-Transformasi-Aksi ini menjadi framework kita dalam menjalankan organisasi ini. Lihat outputnya (kata terakhir) adalah AKSI. Ini yang paling penting.

# Pertanyaan dari saudara Pahrudin
Tanya: Timeline proker yang pertama seberapa lama bang?
Jawab: Timline proker reformasi administrasi, birokrasi dan database. KITA akan coba menata administrasi dan database rumah MG NTB ini maksimal dalam waktu dua bulan. Tetapi untuk database tentu tetap akan diupdate secara berkesinambungan. Tambahan: proker ini sebenarnya muncul dari rekomendasi teman-teman awardee. Saya japri menanyakan apa yang harus dibenahi di MG NTB dan mereka banyak yang menjawab poin di atas. Maka saya berkesimpulan bahwa poin ini sangat penting dan menjadi program prioritas.
Selain memang urgensinya dibuthkan untuk melangkah ke program berikutnya. Pertama, saya sadar bahwa pemilih MG NTB adalah pemilih rasional. Mereka akan memilih saya minimal karena dua hal: memiliki kesamaan visi dan misi dan program kerja yang baik. Pak Pahru, silahkan dikritisi visi, misi, value dan program yang kami canangkan untuk MG NTB, jika terasa cocok maka silahkan, jika tidak maka tidak masalah. Mungkin kita punya cara pandang yang berbeda tetapi jiwa dan semangat yang smaa untuk memajukan MG NTB. Jadi, jangan lihat saya, lihat apa yang kami tawarkan.

Tanya: Kenapa saya harus pilih anda program andalannya ?
Jawab: Bagi saya tidak ada program yang sakti, kesaktian program itu ada pada orang yang menjalankannya. Untk menuju kesaktian itu kita butuh sebuah komitmen dan kemauan untuk menjalankannya, ikhlas untuk mengabdi kepada masyarakat.

# Pertanyaan dari saudari Malika R.
Tanya: Kita sebagai awardee lpdp dan menjadi alumni dituntut untuk membangun negeri dan menjadi garda terdepan dan berjiwa mandiri dan brmanfaat bagi masyarakat sesuai bidang kita,,apakah kita harus ttp bergantung dgn instansi,bumn,dll sbg tmpt mngabdi?? Bagaimana dg peran kita sbgai pemimpin masadepan jika ttp melirik hal tersebut.
Jawab: Benar bahwa kita sebagai awardee harus berjiwa mandiri. Bahwa tidak perlu menunggu orang lain untuk bergerak, tidak perlu menunggu dapat dana hibah baru membuat program dst.
Kemandirian ini perlu kita bangun juga dalam organisasi MG NTB. Itulah kenapa kita perlu perkuat soliditas internal, kemudian membuat peta potensi awardee dengan bidang dan keahlian masing-masing. Setelah itu bisa saja kita melakukan riset sendiri atau aksi sosial sendiri seperti membentuk desa binaan dsb. Ini dalam konteks kemandirian organisasi. Artinya jika saja support dari stakeholder belum ada, bukan kita berrati berhenti untuk bergerak. Tetapi kenapa penting membangun kerjasama dengan stakeholder? Mau tidak mau, merekalah yang memiliki kekuatan baik secara finansial maupun dari segi kebijakan. Tak salah kemudian kalau kita bersinergi dengan mereka. Toh hasil akhirnya nanti adalah bersama-sama membangun NTB yang lebih akseleratif. Poin saya di atas bukan berarti kita opprtunis.

# Pertanyaan dari saudari Sri Hastuti
Tanya: Pertanyaan singkat terkait program Kontribusi KITA khususnya Desa Binaan MG, Langkah seperti apa yang akan diambil untuk mewujudkan program ini?. Karena sejauh ini Desa Binaan selalu berakhir pada rumusan saja.
Jawab: Benar sekali. Ada kecendrungan memang desa binaan itu tidak berkelanjutan. Jika demikian, mungkin faktornya karena dua hal. perama adalah konsep yang belum kuta, kedua SDM yang kurang. Nah, program KITA tentang desa binaan sebenarnya follow up dari hasil pemetaan potensi SDM MG NTB. Dari sana akan terlihat berapa SDM salam bidang pendidikan, ekonomi, pariwisata dsb, kemudian kita petakan lagi berapa orang yang berdomisili di kabupaten/kota tertentu. kita mau pastikan berapa SDM yang kita punya di daerah. Setelah pemetaan ini, kita bisa petakan juga potensi masing2 wilayah. Maka kita akan membentuk desa binaan itu sesuai dgn potensi wilayah tersebut dan ketersediaan SDM di sana. Kita tidak mau asal bentuk desa binaan sana sini tanpa melalu tahapan mapping potensi dlu. Saya kebetulan menerapkan pola ini di desa tempat saya tinggal. kebetulan kami foksus di pendidkan karena SDM yg tersedia di sana banyak background pendidkan dan memnag kebutuhan di sana adalah pendidkan juga. Alhamdulillah dirintis sejak tahun 2013 dan sampai sekarang masih berlangsung kegiataan pembinaan di sana. Boleh nanti coba cek di fanpage Gelora Education Center

# Pertanyaan dari saudara M. Nur F
Tanya : Seberapa besar pengaruh pasangang anda dlm jiwa leadership anda?? Menurut anda, lebih baik mana leader yg sudah punya pasangan atau belum punya pasangan??
Jawab: Saya tidak mengerti apakah leadrrship capacity itu dipengaruhi oleh variabel pasangan. Tetapi pada faktanya memang dalam mengambil sebuah keputusan, pasangan cenderung menjadi teman diskusi yang memebrikan kita banyak pertimbangan dan pandangan. Tetapi asumsi saya bahwa tidak masalah seorang leader itu single atau double (read: yang sudah punya pasangan) karena kalau memang seorang terlahir dan ditempa menjadi leader tetap saja hasilnya juga bagus. Poin saya adalah variable pasangan dalam konteks saya pribadi memberikan pengaruh cukup signifikan. Ini bkan generalisasi, khusus dalam konteks saya pribadi.

Tanya: Apakah ada perubahan yg segnifikan dlm diri anda sebelum dan setelah menikah?? Baik kematangan dlm berfikir dan kedewasaan dlm  bersikap??
Jawab: Benar, kematangan bersikap dan kedewasaan berpikir adalah bentuk perubahannya. Kita menjadi lebih berhati2 mengambil keputusan, bukan berarti tidak tegas, tetapi kita mengambil banyak agle untuk melihat sebuah permasalahan.

Closing Statement
Terima kasih teman-teman atas diskusi yang menarik ini. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya jika agenda ini mengurangi sakralitas malam minggu teman-teman, untuk bersitirahat santai dsb. KITA butuh kolaborasi dan sinergi bersama untuk menyempurnakan rencana-rencana dan mengeksekusinya. Karena apa yang saya sampaikan tentu bukan sebuah hal yang sempurna. Mari menjadikan MG NTB ini sebagai rumah KITA. Jangan sungkan, kita punya hak yang sama untuk berkarya. Sejatinya setiap kita adalah kunci pembangunan UNTUK NTB.


0 komentar:

Posting Komentar